Kamis, 02 April 2009

9 butir maklumat ICMI & MUI menjelang Pemilu 2009

Menjelang Pemilu Legislatif 9 April 2009, ICMI dan MUI bersama sejumlah ormas Islam lainnya mengeluarkan maklumat kepada seluruh rakyat Indonesia. Ada 9 butir maklumat yang juga terkait dengan Pilpres 8 Juli.

Maklumat itu disampaikan Tim Sukses Pemilu Damai ICMI dan ormas Islam yang dipimpin mantan Mendagri Syarwan Hamid di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (2/4).

Saat menyampaikan maklumat itu, Syarwan didampingi Siti Nurbaya Bakar (Wakil Ketua Tim Sukses Pemilu Damai yang juga Sekretaris Jenderal DPD), Hidayat Syarief (Sekretaris) serta Teuku Abdullah Sanny dan Muhammad Taufiq (Wakil Sekretaris).

Ormas Islam lainnya yang tergabung dalam Tim Sukses Pemilu Damai adalah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Al Irsyad Al Islamiah, Dewan Masjid Indonesia (DMI), serta Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).

Maklumat dikeluarkan menyusul pertemuan ICMI bersama ormas Islam lainnya dengan Ketua Dewan Kehormatan ICMI BJ Habibie di kediamannya, Jl Patra Kuningan XIII No 1 Jakarta, beberapa waktu lalu. ICMI bersama ormas Islam lainnya kemudian membentuk Tim Sukses Pemilu Damai.

Maklumat ditandatangani di Jakarta pada 25 Maret 2009 oleh Ketua Presidium ICMI Muslimin Nasution, Ketua Umum DDII Syuhada Bahri, Ketua MUI Amidhan, Ketua Umum Al Irsyad Al Islamiah Abdullah Mubarak Aljaidi, Sekretaris Jenderal DMI Natsir Zubaidi serta Ketua Umum DPP BKPRMI Ali Muhtar Ngabalin.

Isi maklumat yang pertama, demokrasi sebagai pilihan bangsa Indonesia harus mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang berpegang pada prinsip-prinsip musyawarah, kesetaraan, keadilan, amanah dan tanggung jawab sebagai nilai-nilai kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Kedua, mengarahkan demokrasi tidak hanya memenuhi hak-hak sipil dan politik, hak-hak ekonomi, sosial serta budaya, tetapi juga kewajiban-kewajiban warga negara yang berlandaskan rule of law. Ketiga, sebagai perwujudan demokrasi maka pemilu harus terlaksana jujur, adil, bebas, aman, dan damai.

Keempat, mengajak seluruh rakyat berpartisipasi dengan menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab serta memilih caleg atau calon anggota lembaga legislatif (DPR/DPD/DPRD) yang berkarakter, berintegritas, teladan, jujur dan memahami masalah bangsa.

Kelima, caleg dan partai politik lebih mengedepankan etika, memahami aturan, tidak money politics, black campaign, pembunuhan karakter, dan menghalalkan cara-cara lainnya, serta siap kalah dan siap menang. Kemenangan adalah amanah dan kekalahan adalah tantangan untuk kesabaran.

Keenam, pejabat negara yang turut serta berkampanye agar menaati sumpahnya dan tidak mengesampingkan kepentingan bangsa dan negara di atas pribadi dan golongan. Ketujuh, KPU menyelenggarakan pemilu yang aman, adil, bebas, langsung dan rahasia. Sedangkan Panwaslu beserta penegak hukum bersikap netral, tegas, dan adil sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan.

Kedelapan, ICMI bersama ormas Islam lainnya mengimbau seluruh rakyat memilih wakil-wakilnya yang siddiq (jujur), tabligh (penyampai), amanah (bertanggung jawab), dan fathanah (cerdas) sebagai pertanggungjawaban kepada Allah Subahana wa Ta'ala (SWT).

Kesembilan, ICMI bersama ormas Islam lainnya berharap Pemilu 2009 menemukan wakil-wakil rakyat sebagai khalifahtul fil ard (khalifah Allah di bumi) yang rahmatan lil'alamin (rahmat bagi semesta) menuju baldatun thayyibatun warabbun ghafur (negeri adil dan makmur yang diridhai Allah SWT).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar