Sabtu, 17 Januari 2009

"Abi, Aku Sekarat....."

Jumat, 16 Januari 2009
"Abi, Aku Sekarat....."
Ditulis Oleh : Redaksi
"Abi, aku sekarat," ujar Ibrahim saat itu dengan luka-luka di sekujur tubuhnya. "Cepat pergi," ujar Kamal Awaga kepada istri dan dua anaknya sambil menggendong tubuh Ibrahim.Tetapi, belum sampai ke gerbang rumah, peluru menghujani keberadaan mereka. Yah Ikhwah, Keraskah hati anda...?

"Abi, aku sekarat."

Kalimat ini terus bergema di telinga Kamal Awaga bersamaan dengan sakit hati yang ia rasakan. Ini adalah kalimat terakhir yang diucapkan anaknya, Ibrahim yang berumur 9 tahun, sebelum ia akhirnya menjadi syahid (Insya Allah) akibat serangan biadab Israel.

"Mereka membunuh putraku dengan tangan dingin," ungkap Kamal dalam keadaan yang terguncang menghadapi kematian anaknya yang tragis.

Ibrahim akhirnya menambah jumlah korban jiwa anak-anak Gaza yang dibunuh Israel, menjadi lebih dari 350 nyawa sejak 27 Desember silam.

Jika yang lain menjadi korban peluru-peluru yang membabi buta atau bombardir yang dilakukan zionis Israel laknatullah, nasib Ibrahim lebih tragis dari mereka.

Ia menjadi bahan percobaan yang digunakan regu cadangan tentara Israel laknatullah.

"Israel sama sekali tidak menunjukkan belas kasihan kepada dia yang tidak berdosa," tambah Kamal yang saat itu masih berada di RS. Al-Shifa, mengurus jenazah putranya.

"Mereka tidak memiliki rasa kasihan untuk tubuhnya yang kecil."

Hari yang Cerah

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya di benak keluarga Kamal Awaga bahwa mereka akan mengalami nasib yang tragis.

Mereka bangun tiap paginya untuk menghadapi hari yang cerah, bukan untuk terkunci dalam sebuah ruang kecil untuk menghindari bom-bom Israel.

"Ibu, biarkan aku sarapan di luar, di kebun kita. Aku bosan tinggal dalam ruang sempit ini," ujar Ibu Ibrahim yang mengulangi perkataan anaknya.

Satu jam kemudian, sebuah meja diletakkan di kebun mereka dan satu keluarga itu berharap dapat menikmati sarapan kali ini dengan sempurna, momen yang jarang mereka temui. Mereka berusaha acuh terhadap keadaan sekitar, mereka tidak memperhatikan dari jauh apakah misil-misil Israel menargetkan rumah mereka.

Sebuah misil pertama menghancurkan acara mereka setelah itu misil-misil lainnya menghancurkan rumah mereka.

"Abi, aku sekarat," ujar Ibrahim saat itu dengan luka-luka di sekujur tubuhnya.

"Cepat pergi," ujar Kamal Awaga kepada istri dan dua anaknya sambil menggendong tubuh Ibrahim.

Tetapi, belum sampai ke gerbang rumah, peluru menghujani keberadaan mereka.

Satu peluru mengenai lengan Ibu Ibrahim dan satu peluru lainnya mengenai pinggang Kamal Awaga.

Dua saudara Ibrahim bersembunyi di balik puing-puing reruntuhan rumah mereka.


Praktek Menembak

Ketika hujan peluru telah selesai, keluarga Awaga berfikir kesengsaraan mereka selesai. Tetapi tentara zionis Israel tidak selesai sampai di siru.

"Tentara Israel semakin mendekat, aku fikir, aku akan menjadi target mereka," uajr Awaga.

"Tetapi ternyata mereka mengarahkan senjatanya ke anakku, Ibrahim," lanjutnya mengulang kejadian pahit yang ia alami dengan bulir-bulir air mata di matanya.

Seorang tentara biadab datang mendekati tubuh Ibrahim, memutar tubuh Ibrahim dengan kakinya sambil tertawa setelah itu menembakkan senjatanya kea rah kepala Ibrahim.

Beberapa waktu kemudian, Kamal mencoba menenangkan dirinya setelah menyaksikan kebiadaban Israel terhadap tubuh putranya.

"Setiap peluru yang ditembakkan, mereka iringi dengan nyanyian yang aku tidak mengerti maksudnya. Namun itu seperti merayakan sesuatu."

Saat mereka merasa telah cukup melakukan "latihan", mereka meninggalkan rumah Kamal.

Empat hari keluarga Awaga terperangkap hingga kahirnya tim medis berhasil mencari jalan untuk menyelamatkan keluarga itu dan membawanya ke rumah sakit.

"Apakah yang mereka lakukan, layak untuk putraku?" ujarnya dengan terisak.

Kisah ini betul-betul terjadi ya Ikhwah, Masihkah kita berdiam diri ?

(arrahmah.com)

Rabu, 14 Januari 2009

Perdana Menteri Israel:Rice Dibuat Malu Bush

Image

















Awalnya negara teroris Israel meyakini bahwa Amerika Serikat akan mendukung resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB soal penghentian serangan di Gaza pada Kamis pekan lalu. Namun akhirnya AS abstain.
Dalam pidatonya di selatan kota Ashkelon Israel, Senin kemarin, Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Condoleeza Rice sudah dibuat malu oleh Presiden Amerika Seriat, George W Bush karena tidak memberikan dukungan terhadap resolusi itu dan hanya memilih abstain.

Saat itu, sebanyak 14 dari 15 negara anggota Dewan Kemanan PBB mendukung resolusi yang salah satu poinnya berisi gencatan senjata pihak yang bertikai sesegera mungkin. Namun AS memilih abstain sebagai bentuk dukungannya kepada negara teroris Israel.

Olmert tidak ingin Rice memberikan suara dukungan terhadap resolusi 1860 itu. "Saya minta bicara dengan Bush melalui telepon. Kata petugas, Bush sedang memberikan pidato di Philadelphia. Tak peduli, saya ingin bicara dengan Bush sekarang. Kemudian Bush turun podium dan segera menerima teleponnya," kata Olmert seperti dikutip Telegraph.uk, Selasa (13/1/2009).

Dalam telepon itu, Olmert mengatakan kepada Bush bahwa AS tidak boleh mendukung resolusi semacam itu. Kemudian Bush segera menghubungi Rice untuk tidak memberikan suara dukungan pada resolusi itu. Abstain merupakan jalan tengah yang aman. AS tidak kehilangan muka di hadapan negara lain, sementara hubungan dengan Israel tetap terjaga dan mesra.

Bush memang kerap menunjukkan pembelaan kepada Israel yang jelas-jelas sebagai teroris dunia. pada pidato perpisahannya Senin kemarin, Bush justru menekan mujahidin Hamas untuk menghentikan serangan ke Israel.

Serdadu Israel Makin Sial

Image












Seorang jurubicara militer zionis Israel mengatakan bahwa tentara Israel telah ditembaki dari wilayah perbatasan Yordania-Israel. Penembakan yang tersebut terjadi diperbatasan kedua Negara disisi Yordania tersebut tidak melukai seorangpun,

“Tidak jelas, siapa / kelompok mana yang melakukan penembakan,” kata Jurubicara tersebut.

Beberapa hari sebelumnya, Israel juga dikejutkan oleh datangnya tembakan/roket dari wilayah yang berbatasan dengan Libanon selatan dan Suriah. Padahal kedua wilayah tersebut, bukanlah merupakan wilayah konflik penjajah zionis Israel dan pejuang perlawanan palestina sekarang.

Kabar gembira lain menyatakan bahwa pasukan penjajah zionis Israel ditarik mundur dari usaha mereka memasuki Gaza city, setelah terlibat pertempuran jalanan yang hebat dengan para pejuang perlawanan palestina dikota yang padat penduduk tersebut.

Hamas mengatakan bahwa para pejuang mereka telah meledakkan bom bom dibawah kendaraan militer penjajah zionis Israel untuk mencegah mereka mereka memasuki Gaza city dan memaksa serdadu penjajah Israel mundur dari kawasan tersebut.

Kabar “kebodohan dan kedunguan” tentara penjajah zionis Israel terjadi ketika mereka ingin menyerang para pejuang perlawanan palestina.

Ketika itu 4 pejuang Hamas menahan seorang serdadu zionis Israel di dalam sebuah rumah didekat pantai, demikian sebuah statemen dari brigade Al-Qassam.

Kemudian serangan udara Penjajah israelpun datang dan menghancur leburkan rumah tempat serdadu senegara mereka tersebut ditahan. Serdadu malang itupun tewas.

“Penjajah zionis Israel lebih menginginkan kematian ini bagi tentaranya, daripada dia ditahan oleh kelompok pejuang mujahidin al-Qassam,” kata statemen al-Qassam.

Anjing Yahudi Itu, Menyatap Bocah Palestina

Rabu, 14 Januari 2009

Ditulis Oleh : Redaksi
Melihat jenazah adik perempuannya yang masih balita menjadi santapan anjing-anjing tentara Israel, saudara laki-laki Shahd bernama Matar dan sepupunya bernama Muhammad, nekad mendekati jenazah Shahd, tapi keduanya ditembaki tentara-tentara Zionis hingga gugur syahid.

Kekejian yang dilakukan tentara-tentara Zionis Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza sudah di luar batas perikemanusiaan. Tentara-tentara Zionis itu bukan hanya membantai warga Gaza dengan bom-bom dan tank-tanknya, tapi juga menggunakan anjing-anjing buas untuk meneror warga Gaza.

Kayed Abu Aukal, seorang dokter emergency di Gaza tidak tahu lagi kata-kata apalagi yang bisa digunakan untuk menggambarkan kekejian tentara-tentara Zionis itu. "Oh, Tuhan! Saya tidak pernah melihat pemandangan yang mengerikan seperti ini," cuma itu kata-kata yang terlontar dari mulut Dokter Aukal melihat kondisi jenazah Shahd, seorang balita Palestina yang berusia 4 tahun.

Shahd sedang bermain di belakang rumahnya di kamp pengungsi Jabalita, utara Jalur Gaza ketika sebuah bom Israel jatuh di belakang rumah itu. Shahd yang masih balita itu pun gugur syahid. Orang tua Shahd mencoba menyelamatkan puterinya yang sudah bersimbah darah itu, tapi ketika mereka mencoba mengambil jasad Shahd, tentara-tentara Zionis menembaki mereka dari kejauhan.

Selama lima hari jasad Shahd tidak terurus dan tergelak di tanah, sampai akhirnya tentara-tentara Zionis melepaskan beberapa ekor anjing yang langsung mengoyak jasad Shahd yang sudah tak bernyawa. "Anjing-anjing itu menyisakan satu bagian tubuh dari bayi yang malang itu dalam kondisi utuh," kata Dokter Aukal sambil meneteskan airmata.

"Kami sudah melihat pemandangan yang sangat memilukan selama 18 hari ini. Kami mengambil tubuh anak-anak yang terbakar atau terpisah-pisah, tapi kami belum pernah melihat hal yang seperti ini," sambungnya.

Melihat jenazah adik perempuannya yang masih balita menjadi santapan anjing-anjing tentara Israel, saudara laki-laki Shahd bernama Matar dan sepupunya bernama Muhammad, nekad mendekati jenazah Shahd, tapi keduanya ditembaki tentara-tentara Zionis hingga gugur syahid.

Tetangga keluarga Shahd, Omran Zayda mengungkapkan, tentara-tentara Zionis Israel itu sengaja melakukan kekejaman itu. "Mereka (pasukan Zionis) mencegah keluarga Shahd yang ingin mengambil jenazahnya, dan mereka tahu anjing-anjing itu akan memakan jenazah Shahd," ujar Zayda.

"Tentara-tentara Israel itu bukan hanya membunuh anak-anak kami, mereka juga dengan sengaja melakukan cara-cara yang kejam dan tidak berperikemanusiaan. Kalian tiak akan pernah bisa membayangkan apa yang dilukan anjing-anjing itu terhadap tubuh Shahd," tukas Zayda sambil menahan cucuran air matanya.

Sejumlah warga Palestina mengungkapkan, banyak warga mereka yang mengalami hal yang sama dengan Shahd. Di Jabaliya, tentara-tentara Israel menembaki keluarga Abd Rabu yang sedang memakamkan anggota keluarga yang menjadi korban serangan Israel. Tembakan membuat orang-orang yang ingin memakamkan berlarian mencari perlindungan

Bukan cuma menembaki, tentara-tentara Zionis yang biadab itu kemudian melepaskan beberapa ekor anjing ke arah jenazah-jenazah yang belum sempat dimakamkan. "Apa yang terjadi kemudian sangat mengerikan dan tidak bisa dibayangkan," kata Saad Abd Rabu.

"Anak-anak lelaki kami meninggal di depan mata kami dan kami dihalang-halangi untuk menguburkan jenazahnya. Lalu tentara-tentara Israel itu melepaskan beberapa ekor anjing ke dekat jenazah itu, seakan-akan kekejaman yang sudah mereka lakukan pada kami belum cukup," tutur Abd Rabu tak kuasa menahan tangisnya.


www.eramuslim.com

Sabtu, 10 Januari 2009

HAMAS DIBANTU PASUKAN GELAP

Jumat, 09 Januari 2009
Penembak Gelap, Mungkinkah Bantuan Allah ?
Ditulis Oleh : Redaksi
Sampai saat ini belum jelas siapa yang menembakkan roket dari Lebanon ke wilayah Israel. Yang jelas, konstalasi ketegangan di Timur Tengah bisa meluas. Ada pasukan gelap yang membela Hamas? Atau Jangan-jangan Allah Kirim Pasukan Tentaranya ?

Israel kaget luar biasa. Tentaranya panik dan langsung mengerahkan pesawat tempur berpatroli ke Lebanon setelah tiga roket ditembakkan dari wilayah itu ke pemukiman penduduk di Israel. Repotnya tidak ada pihak yang bertanggung jawab terhadap roket itu, walaupun Israel sudah membalas dengan misil yang ditembakan dari pesawat tempur.

Serangan bersenjata lintas perbatasan yang berlangsung singkat itu merupakan yang pertama sejak Israel melancarkan serangan terhadap kelompok militan Hamas di Jalur Gaza pada 27 Desember tahun lalu. Di Gaza, pertempuran sejauh ini telah menewaskan lebih dari 700 warga Palestina.

Meskipun belum diketahui pasti apakah ini merupakan isyarat dari meluasnya konflik, bentrokan tersebut jelas menandakan peningkatan ketegangan antara Hizbullah dan Israel. Kedua pihak dalam beberapa hari terakhir saling mengancam untuk menggencarkan serangan.

Pemerintah Lebanon menerangkan, tiga roket Katyusha ditembakkan ke Israel dari Naqoura, dusun pesisir di sebelah utara Lebanon. Tapi, tak jelas siapa yang menembakkan.

Pasukan Israel menggencarkan serangan balasan dengan menembakkan enam mortir. Beberapa stasiun televisi melaporkan, mortir-mortir tersebut jatuh di sebuah lembah dekat sebuah dusun yang terletak sekitar tiga kilometer utara perbatasan Israel.

Hizbullah merupakan sekutu Hamas. Namun, Hizbullah menahan diri untuk tidak menggencarkan serangan saat Israel terlibat serangan melawan militan Hamas di Jalur Gaza. Hizbullah menerangkan keinginannya untuk tidak menyeret Lebanon ke dalam pertempuran dengan Israel kendati Lebanon menyatakan siap bertempur apabila diserang Israel.

Faksi militan Palestina juga terdapat di Lebanon. Front Komando Pembebasan Palestina yang didukung Suriah telah memperingatkan akan melancarkan serangan bersenjata ke Israel apabila serangan terhadap Gaza berlanjut.

Pemerintah Israel, seperti dilaporkan Al Jazeera, juga menyatakan pihaknya meragukan keterlibatan kelompok Hizbullah. Menurut Israel, roket itu sudah berusia lama dan sudah tidak digunakan Hizbullah lagi.

Bantahan juga dilontarkan Hamas. Juru bicara Hamas di Lebanon, Raafat Morra mengatakan, pihaknya tidak mengetahui siapa yang menembakkan roket itu. Dia menandaskan perjuangan fisik Hamas hanya dilakukan di wilayah Palestina. ?Kami takkan menggunakan wilayah negara Arab lainnya untuk merespon serangan Israel. Itu aturan organisasi kami," tegas Morra.

Bila tidak ada satu pihak pun yang bertanggung jawab atas serangan roket tersebut, lantas pasukan gelap dari mana yang ikut-ikutan menyerang Israel itu? Terlalu banyak pihak yang bisa dituding terkait dengan tiga roket tersebut karena Israel memang memiliki banyak musuh.

Serangan Israel kali ini tidak hanya akan menghancurkan Hamas, tetapi juga diduga sebagai ?serangan bersayap?. Israel juga akan menggempur Hizbullah di Lebanon, faksi Jihad di Palestina, Suriah (dalam beberapa hal) dan Iran adalah musuh-musuh Israel.

Karena itu, serangan Israel kali ini harus ditempatkan dalam bingkai perkembangan politik yang selama ini melibatkan Israel. Pertama, permusuhan Israel dengan Iran. Dalam beberapa waktu terakhir, dua negara ini terlibat perang pernyataan yang panas. Ini menunjukkan tingkat permusuhan di antara keduanya.

Israel bersikeras akan menyerang Iran karena negeri itu dituduh mengembangkan senjata nuklir dan mengancam keamanan negara-negara tetangganya, termasuk Israel. Sebaliknya, Iran menyebut akan menghapus Israel dari peta dunia, sebagaimana pernah disampaikan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad.

Israel meyakini ada pihak lain di belakang Hizbullah. Pihak itu tak lain adalah Iran. Inilah salah satu hal yang mengantar Israel pada puncak permusuhan dengan Iran.

Israel tidak menghendaki kekalahan kembali terulang dalam menghadapi faksi militan lain seperti Hamas. Karena itu, jangan heran bila kini Israel menyerang Hamas layaknya menghadapi negara besar yang mempunyai persenjataan lengkap. Apalagi Hamas diyakini diperkuat Iran, seperti Hizbullah di Lebanon.

Dengan demikian bisa ditebak siapa kira-kira yang ikut-ikutan menyerang Israel itu. Jangan-jangan di hari-hari mendatang ada serangan lebih besar lagi sampai Israel terhapus dari peta dunia.

Jumat, 09 Januari 2009

Agresor Israel Diantara Obama

Image








700 kali asap membumbung dari sebuah bangunan yang digempur Israel dalam serangan udara di pinggiran Gaza kemarin. Militer Israel telah melakukan 700 serangan ke Gaza sejak melancarkan serangan besar-besaran terhadap Hamas sepekan lalu, dengan menewaskan 480 orang.

Pada Juli silam,Barack Obama menginginkan dukungan suara Yahudi di Amerika Serikat (AS) dengan sebuah pidato emosional di Sderot. Kota di Israel itu merupakan salah satu target serangan roket-roket pejuang Palestina dari Gaza.

Mengacu pada putrinya Malia, 9, dan Sasha, 7, kandidat presiden AS Obama saat itu mengatakan, “Jika seseorang mengirimkan roket-roket ke rumah saya saat dua putri saya tidur di malam hari, saya akan melakukan apa saja semampu saya untuk menghentikannya dan saya kira warga Israel akan melakukan hal yang sama,” ujar Obama.

Pekan ini, Obama bungkam seribu bahasa atas nasib yang menimpa Anwar Balousha. Pria berusia 40 tahun itu merupakan seorang ayah di Gaza yang menganggap dirinya sebagai seorang agnostis. Dia telah menguburkan lima putrinya,Tahrir,17,Ikram,14, Samar, 13, Dina, 8, dan Jawaher, 4, setelah mereka tewas saat rumah mereka diratakan dengan tanah oleh serangan rudal jet tempur Israel di sebuah masjid dekat rumahnya.

Presiden AS terpilih itu tidak berkomentar sedikit pun. Juru bicara Obama hanya mengatakan sedang memonitor situasi bersamaan dengan berbagai event global lain. Monitoring?

Kata tersebut terdengar seperti berasal dari sekolah linguistik Presiden George W Bush, seperti juga kata-kata “segera” dan “gencatan senjata” yang keduaduanya selalu terdengar seperti keinginan untuk menghentikan perang brutal yang dilancarkan Israel, tapi di sisi lain sebenarnya bermakna mengizinkan serangan brutal Zionis yang telah menewaskan sedikitnya 500 orang dan melukai 2.000 warga Jalur Gaza.

Jika Israel ingin bertindak memerangi Hamas, itu harus dilakukan dalam beberapa hari terakhir masa kepresidenan Bush.Alasannya, meskipun Obama telah mengucapkan kata-katanya di Sderot, Israel khawatir Presiden AS mendatang itu tidak terlalu mendukung agresi militer mereka seperti Bush. Namun apakah aksi brutal Israel itu akan tetap digelar hingga pelantikan Obama pada 20 Januari mendatang?

Jawabannya tentu bisa dilihat dari hari-hari pertama upaya kampanye AS mereposisi citra dirinya di dunia.Pada tahap ini, berbagai indikasi itu bercampur baur. Sejumlah diplomat Israel berspekulasi bahwa aksi brutal di Gaza akan mulai diredakan paling cepat pada Senin (5/1) mendatang, saat sejumlah kantor diplomatik Barat mulai kembali beroperasi setelah libur panjang.

Sebuah tekanan dari Paris agar Israel menggelar gencatan senjata 48 jam menawarkan harapan ketenangan pada 1,5 juta rakyat Gaza. Peluang implementasi ini tampaknya lebih baik dengan adanya poros trans-Atlantik Bush-Tony Blair, mantan Perdana Menteri (PM) Inggris yang menjadi duta perdamaian Timur Tengah.

Sementara Israel terus bekerja menentang proposal Prancis tersebut. Israel terus menggalang kekuatan militernya dan menjadikan agresi Gaza sebagai komoditas politik bagi tiga kalangan politisi Israel ambisius yang hendak merebut kursi PM Israel pada pemilihan umum (pemilu) 10 Februari mendatang.

Mereka yang tengah bertarung pengaruh itu ialah Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni,Menteri Pertahanan Ehud Barak, dan tokoh pemimpin Benjamin Netanyahu. Hamas sendiri berjanji akan menghancurkan pasukandaratIsraelyangakanmenginvasi Gaza.

“Lebih mudah mengeringkanlautGazadaripada mengalahkan perjuangan Hamas,” tandaspejuangPalestina. Di samping itu, dengan adanya ratusan korban tewas warga Gaza, para jenderal Israel mempertanyakan apakah opini internasional akan menoleransi kematian ratusan warga Palestina itu meskipun Israel mencatat telah menewaskan puluhan pemimpin senior Hamas?

Sebagai sebuah perang yang tidak masuk akal, sejarawan Israel Tom Segev berargumen bahwa gerakan Zionis saat ini akan memberi mereka sebuah pelajaran.Saat menulis di harian Ha’aretz, dia menyatakan, “Kita (Israel) merupakan perwakilan kemajuan dan pencerahan, kebijaksanaan rasionalitas dan moralitas, sementara Arab itu primitif, perusuh kekerasan. Mereka mengabaikan anak-anak yang harusnya dididik dan diajar kebijaksanaan. Pengeboman Gaza kali ini juga diduga untuk menggulingkan rezim Hamas, sesuai asumsi (Zionis) yang lain bahwa untuk membentuk kepemimpinan ‘moderat’ di Palestina, salah satunya mungkin dengan menanggalkan aspirasi nasional mereka.”

YossiAlpher,seorang mantan anggota Mossad yang menjadi pengamat politik, mengungkapkan pernyataan serupa.“Kondisi ekonomi Gaza tidak memproduksi hasil politik yang diinginkan.Ini tidak membuat warga Palestina membenci Hamas, tapi mungkin justru kontraproduktif. Ini hanyalah sebuah hukuman kolektif yang tidak berguna,”ujarnya.

Sementara warga Palestina sudah kehilangan harapan antara gerakan Hamas di Gaza dan gerakan Fatah sekuler penerus Yasser Arafat di bawah kepemimpinan Presiden Mahmoud Abbas yang didukung Israel dan AS di Tepi Barat.(Snd)

Arsip Sebelumnya

Obama akan tetap mengikuti kebijakan politik para pendahulunya yang tidak mengakui eksistensi HAMAS dan dia tidak mau berunding dengan kelompok perlawanan Palestina ini. Sulit bagi Israel untuk berunding dengan sekelompok orang yang tidak mau mengakui eksistensi Israel, kata Obama dalam jumpa pers tersebut. Hamas bukan representasi dari rakyat Palestina, imbuhnya.

Obama juga menyempatkan diri untuk mengunjungi museum korban Holocoust di Jerusalem. Dalam kesempatan tersebut, Obama meletakan karangan bunga sebagai ungkapan belasungkawa terhadap para korban.

Berbeda ketika bertemu dengan para pemimpin Palestina, Barrack Obama tidak memberikan pernyataan pers apapun setelah bertemu Presiden Palestina, Mahmoud Abbas dan PM Salem Fayyad di Ramallah. Namun Jubir Kepresidenan Palestina, Nabel Abu Redenah mengatakan bahwa Obama dalam pembicaraan itu hanya berjanji bahwa jika dirinya terpilih menjadi
Presiden, maka akan berupaya secara maksimal untuk menggerakan proses perdamaian Palestina- Israel.

Menanggapi berbagai statemen Obama tersebut, Juru bicara HAMAS, Dr. Samy Abu Zuhri menyatakan statemen Obama merupakan bukti bahwa kebijakan politik AS terkait masalah Palestina tidak akan ada perubahan dan selalu memihak Israel. HAMAS juga memprotes Obama yang dinilai mengesampingkan hak-hak dasar bangsa Palestina untuk melakukan perlawanan

Hal senada juga disampaikan seorang pemimpin HAMAS, Ismail Ridwan yang mengatakan Obama melakukan standar ganda dalam menyikapi masalah Palestina. Menurutnya, pernyataan Obama menunjukan sikap politik AS akan tetap memihak Israel dan mengesampingkan hak-hak rakyat Palestina.

Kamis, 08 Januari 2009

Korban Gempuran Zionist Capai 773 Syahid dan 3250 Luka

Image

















Korban serangan serdadu Israel yang dilancarkan lewat darat, udara dan laut terus bertambah. Menginjak pekan kedua gempuran ke Gaza sudah lebih dari 773 korban meninggal dan 3250 lainya luka-luka.
Sementara itu, menurut Direktur Emergency Palestina, Dr. Muawiyah Husnain menyebutkan, jumlah syuhada terus meningkat yang kebanyakanya adalah anak-anak dan wanita. Pada Kamis (8/1) lebih dari 50 jenazah syuhada meninggal akibat kebidaban Israel. Sementara mobil-mobil ambulans tidak bisa mencapai lokasi korban, karena dihalang-halangi serdadu Israel.

Husnain menambahkan, pihaknya masih mencari jenazah korban yang tertimbun reruntuhan bangunan akibat gempuran roket Israel, terutama di wilayah Athatharoh dan Hijer Dik, utara Gaza. Para petugas medis tidak bisa mencapai lokasi karena mendapat ancaman dari serdadu Zionis yang akan menggempur mereka lagi jika masuk lokasi serangan.

Serdadu Israel, kemarin Selasa memusatkan seranganya ke rumah-rumah warga dan sekolah milik PBB. Akibatnya ratusan anak sekolah yang berlindung di sana tewas seketika. Sebanyak 135 anak bergelimpangan di antara puing dan reruntuhan bangunan.

Mereka juga menggempur masjid-masjid yang berada di Gaza. Sebanyak 15 masjid luluh lantak terkena rudal Israel. Mereka semakin beringas menyusul kegagalanya dalam manghadapi serangan perlawanan yang berimbas pada tewasnya puluhan serdadu dan ratusan lainya luka. Mereka melampiaskan dandamnya kepada rakyat sipil Palestina.

Sementara itu, menurut menteri kesehatan Palestina, Dr. Basem Naem menegaskan, jumlah korban meninggal akibat keganasan serdadu Zionis terus meningkat, terutama karena 450 yang terluka dalam keadaan kritis. Disamping karena ketiadaan obat-obatan. Hampir semua jenis obat sudah di titik nol.

Saudi Tolak Tekan AS dengan Minyak

Image

















Entah apa alasannya sehingga Arab Saudi akhirnya melontarkan penolakannya untuk menggunakan minyak sebagai senjata untuk membantu saudaranya di Gaza. Arab Saudi telah dengan jelas menolak menggunakan kekuatan minyak yang mereka miliki untuk menekan Amerika Serikat agar menghentikan kejahatan dan kekejian zionis Israel yang telah jelas-jelas melakukan aksi terorisme di Palestina.

Penolakan tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Sud Al-Faisal kepada wartawan di New York. Di sela perdebatan Dewan Keamanan mengenai serangan pasukan Israel yang telah menghilangkan tak kurang dari 689 nyawa warga Palestina, Pangeran Sud Al-Faisal menyatakan, "Minyak bukan senjata. Anda tak dapat mengubah suatu konflik dengan menggunakan minyak".

Selanjutnya, ia justru hanya menyerahkan konflik yang terjadi di Gaza tersebut kepada PBB. Menurutnya, Dewan Keamanan PBB lah yang seharusnya menghentikan aksi membabi buta yang dilakukan oleh Israel tersebut. Lebih lengkapnya, ia mengatakan, "Tanggung jawab Dewan Keamananlah untuk membantu mengakhiri setiap konflik segera setelah konflik tersebut muncul. Dan konflik saat ini di Jalur Gaza tidak terkecuali".

Dalam tambahannya, Arab Saudi pun menyatakan bahwa jika tuntutan itu tidak di laksanakan, maka perlu dipertanyakan lagi mengenai peran dan eksistensi PBB di dunia internasional. "Jika Dewan Keamanan tak melakukan tindakan, itu tentu saja menimbulkan tanda-tanya mengenai kredibilitasnya," demikian pernyataan yang ditambahkannya kepada publik.

Meskipun Kepala Diplomat Arab Saudi tersebut telah menyampaikan dukungan terhadap resolusi yang diajukan Libya mengenai gencatan senjata yang harus segera diwujudkan antara Israel dan Palestina, namun kepala diplomat luar negeri Peracis, AS, dan Inggris saat ini tengah mengupayakan adanya kesepakatan Dewan mengenai pernyataan yang tidak mengikat, yang akan digunakan untuk mendukung rencana gencatan senjata yang telah diajukan oleh Presiden Mesir, Hosni Mubarak.

Setelah melakukan temu bicara dengan rekannya di Perancis, Nicholas Sakkorzy, Mubarak akhirnya mengajukan usul tiga tahap mengenai diakhirinya Perang antara Hamas dan Israel di Gaza. Berkenaan dengan hal tersebut, Pangeran Saud mengatakan, "Gagasan Presiden Mubarak tak bertentangan atau bertolak belakang dengan usul (Libya) yang diajukan kepada Dewan Keamanan. Sebenarnya, itu melengkapinya," kata Pangeran Saud.

Mubarak mengajukan rencana gencatan senjata segera dalam jangka waktu tertentu yang bertujuan agar akses bantuan kemanusiaan dapat terbuka dan bantuan yang ditujukan ke warga di Jalur Gaza dapat masuk. Dalam hal ini, Mubarak mengundang kedua belah pihak yang tengah berselisih, yaitu Palestina dan Israel agar datang ke Mesir dan membicarakan masalah keamanan di Jalur Gaza, membuka tempat penyeberangan, serta mencabut blokade yang dilakukan oleh Israel di Jalur Gaza.

Yang lagi-lagi mengecewakan adalah bahwa pada hari Rabu kemarin Dewan Keamanan PBB telah gagal mencapai kata sepakat mengenai solusi untuk menghentikan konflik yang tengah berlangsung di Gaza dalam waktu yang sudah sangat lama tersebut.

Wahai Saudaraku



Wahai Saudaraku

Anak ini mencoba untuk menyelamatkan Ibunya yang dalam keadaan kritis

Bayangkan apa yang sedang dipesan oleh Ibu nya sebelum dia menghembuskan nafas terakhir.

Bagaimana kah perasaan anak ini dan apakah keadilan yang diharapkan akan membuka mata dunia?

Pejamkan mata Anda sejenak. Semoga Allah membuka hati Anda. Mudah-mudahan
Anda-lah orang yang akan bangun dan membela nasibnya

 Pejamkan mata Anda sejenak.

 Semoga Allah membuka hati Anda.

 Mudah-mudahan Anda-lah orang yang akan bangun dan membela nasibnya

Serangan 5 Hari Hamas Bunuh 30 Penjahat Israel

Image













Anggota Biro Politik Gerakan Hamas, Muhammad Nazal menegaskan pejuang perlawanan Palestina di Jalur Gaza berhasil membunuh dan melukai lebih 130 serdadu Israel dalam 5 hari terakhir.
Dalam pernyataan kepada televisi Palestina “al Aqsha”, Rabu (07/01), Nazal mengatakan, “Sejak dimulai agresi darat Israel ke Jalur Gaza lebih dari 30 serdadu dan komandan pasukan khusus Israel tewas dan lebih dari seratus lainnya terluka termasuk komandan pasukan khusus “Golani”.”

Nazal mengisyaratkan angka besar jumlah korban tewas dan terluka di pihak militer Israel yang mencapai lebih 130 antara tewas dan terluka, merupakan angka tertinggi. Baik dari sisi waktu mapun kemampuan perlawanan dibandingkan dengan kemampuan musuh.

Petinggi Hamas ini mengingatkan, “Setelah lewat beberapa hari agresi Israel ke Jalur Gaza, bisa saya katakana bahwa perlawanan merealisasikan capaian lapangan yang besar. Perlawanan telah menggagalkan semua target yang diumumkan musuh.”

Dalam pada itu, militer Israel secara resmi hanya mengakui 9 serdadunya tewas dan lebih 120 lainnya luka-luka. Meski demikian militer Israel memperketat liputan media atas penyebutan korban tewas dan terluka yang sebenarnya di pihak militer Israel.(Infplstn)

Apakah Armageddon itu? Benarkah dia hanya sebatas istilah? Kapan dia akan terjadi…?

Armageddon adalah nama sebuah gunung di Palestina atau Israel. Arti Armageddon sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu Ar berarti Gunung (Har dalam bahasa Ibrani atau Hebrew) dan Mageddon (Magiddo) adalah nama kota kuno di wilayah Israel sebelah Utara.
Kota Magiddo terletak di pegunungan Samaria tempat gunung ini membentang dari Magiddo di Utara sampai ke Hebron di Selatan.

Istilah Armageddon berasal dasri bahasa Yunani dan di kalangan kaum muslimin istilah Armageddon sama dengan Al Majidun “kemuliaan”, yaitu Perang Kemuliaan. Hal ini ditemukan dalam beberapa manuskrip yang tersimpan dalam perpustakaan-perpustakaan Islam di Timur Tengah.

Di dunia Barat, Armageddon telah menjadi diskursus yang cukup urgen hingga sekarang, baik kalangan Kristen maupun Yahudi, dari rakyat biasa sampai Presiden. Sebagian mereka menganggap bahwa Armageddon adalah peristiwa jatuhnya meteor ke Bumi, padahal itu adalah pemahaman yang salah. Bahkan sebuah film pernah dibuat dengan judul Armageddon yang mengisahkan tentang bongkahan meteor sebesar gunung yang bergerak cepat menuju Bumi, maka dikirimlah utusan atau “Mesias” berupa pesawat luar angkasa yang akan menghancurkan meteor tersebut sehingga tidak jadi ke atmosfir Bumi.Semua itu sangat jauh dari apa yang dimaksud dengan Armageddon itu sendiri. Peristiwa jatuhnya meteor ke Bumi hanyalah salah satu episode dalam Armageddon. Lantas apa hakikat sebenarnya tentang Armageddon?

Sebagai jawaban singkat, Armageddon adalah peristiwa besar di akhir zaman yaitu perang dunia terbesar di akhir zaman yang dimulai dari Magiddon sebuah kota di Israel di pegunungan Samaria.

Nabi Muhammad SAW menyebut Perang Akhir Zaman ini sebagai Al Malhamah Al Kubro, suatu huru-hara besar yang belum pernah ada tandingannya, yang merupakan arena penampakan kuasa Allah untuk membungkus kesombongan orang kafir.

Mereka yang sombong atau merasa bangga dengan kecanggihan senjata, bangga dengan kekuatan tentara, kesemuanya itu akan tidak ada artinya dalam Armageddon atau Al Malhamah Al Kubro. Segala senjata dan banyaknya tentara tidak berarti di medan Armageddon. Armageddon adalah arena penampakan qudratullah, kuasa Allah.

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Tidak akan datang hari kiamat sehingga kaum muslimim memerangi kaum Yahudi dan membunuh mereka. Sehingga bersembunyilah orang-orang Yahudi di belakang batu atau kayu, kemudian batu atau kayu itu berkata, ‘Wahai orang muslim, wahai hamba Allah, ini ada orang Yahudi di belakang saya, kemarilah dan bunuhlah dia!’ Kecuali pohon Gharqad (yang tidak berbuat demikian) karena ia termasuk pohon Yahudi.”

Imam Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Umar bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Kalian akan diperangi oleh bangsa Yahudi. Lalu, kalian diberi kemenangan atas mereka, sampai-sampai batu pun akan berbicara, ‘Hai muslim, ini seorang Yahudi di balikku, bunuhlah ia!”

Dua hadist di atas merupakan gambaran tentang episode akhir dari Armageddon. Armageddon yang merupakan peperangan di akhir zaman akan menggilas seluruh kekuatan Yahudi dan negara Israel serta sekutu-sekutunya di seluruh belahan dunia. Betapa hebatnya pertempuran itu, sampai-sampai batu dan kayu ikut berbicara menunjukkan tempat persembunyian Yahudi. Wallahu’alam!

Kitab mereka sendiri juga mengatakan hal tersebut. Bibel pasal Yehezkiel (7:15) berjudul Kesudahan Yerusalem menyebutkan, “Pedang ada di luar kota, sampar dan kelaparan ada di dalam. Barang siapa (Yahudi) yang di luar kota akan mati karena pedang, dan berang siapa (Yahudi) yang ada di dalam kota akan binasa oleh kelaparan dan sampar.”

Hal ini dipertegas dalam Bibel Kitab Yehezkiel pasal 6 ayat 11-14: “Beginilah firman Tuhan Allah, ‘Bertepuklah dan entakkanlah kakimu ke tanah dan serukanlah, ‘Awas!’ Oleh sebab segala perbuatan kaum Israel yang keji dan jahat, mereka akan rebah mati karena pedang, kelaparan, dan penyakit sampar. Yang jauh akan mati karena sampar, yang dekat akan mati karena kelaparan. Demikianlah Aku akan melampiaskan amarah-Ku kepada mereka. Aku akan mengacungkan tangan-Ku melawan mereka dan tanahnya, dimana saja mereka diam akan Ku buat menjadi musnah dan sunyi sepi mulai dari pedang gurun sampai Ribla’.”

Peperangan Armageddon ini mempunyai rentang waktu yang lama. Sehingga, menyeret semua negara ke dalam dua poros, yaitu poros kaum kafir yang dipimpin Dajjal dan poros kaum muslimim yang dipimpin oleh Al-Mahdi. Di tengah-tengah berkecamuknya perang ini, turunlah pertolongan Allah kepada kaum muslimin yaitu diturunkannya Isa Almasih Putra Maryam Perawan Suci.

Isa akan turun di menara putih di Timur Damaskus ketika menjelang fajar. Kemudian Isa masuk ke markas kaum muslimin dan ikut dalam barisan shalat Subuh. Setelah itu ia bersama Al-Mahdi akan memimpin kaum muslim menyerbu seluruh markas kaum kafir, bahkan berhasil membunuh Dajjal dan seluruh orang kafir.

Tempat Berlangsungnya Armageddon
Dari berbagai sumber atau literatur, terdapat beberapa tanda sebagai isyarat dekatnya Armageddon.

1. Mengumpulnya Bani Israel ke Tanah Palestina.
Mengumpulnya kembali Bani Israel (Yahudi) ke Palestina untuk yang kedua kali merupakan Janji Akhir Allah kepada Bani Israel. Allah berkehendak mengumpulkan seluruh keturunan Yahudi/Israel ke tanah yang telah dijanjikan kepada nenek moyangnya, untuk kemudian diazab dengan azab yang keras.

Firman Allah: “Dan kami berfirman setelah itu kepada Bani Israel, ‘Berdiamlah kalian di Bumi ini dan apabila datang Wa’dul Akhiroh ‘Janji Akhir’, niscaya kami akan mendatangkan kalian dalam keadaan bercampur baur.” (Al-Israa : 104).

Janji Allah untuk mengembalikan Bani Israel ke Yerusalem (Baitul Maqdis) berlangsung dua kali. Pertama, yaitu pada masa Nabi Musa AS. Dengan izin Allah, Nabi Musa menuntun Bani Israel untuk keluar dari Mesir, membebaskan Bani Israel dari cengkeraman Fir’aun. Tapi setelah di Baitul Maqdis, mereka melakukan kedurhakaan lagi. Karena kedurhakaannya itu, maka Bani Israel diazab Allah. Allah mengirimkan Raja Babilonia, yaitu Nebukadnezar untuk menaklukkan Yerusalem. Sehingga, sebagian orang Yahudi/Israel dibunuh dengan pedang dan sebagian lainnya dibawa sebagai budak ke Babilonia.

Kedua, mengumpulnya Bani Israel untuk yang kedua kali (janji akhir) terjadi mulai tahun 1948, yaitu sejak kaum Yahudi memproklamasikan berdirinya negara Israel. Dari sinilah eksodus besar-besaran keturunan Yahudi/Israel dari Amerika, Eropa, dan Uni Sovyet untuk kembali ke Baitul Maqdis. Syarat untuk dapat diterima menjadi warga negara Israel adalah harus bisa menunjukkan 4 keterunanannya ke atas dari garis ibu adalah Yahudi murni.

Dalam undang-undang Kembali ke Israel (5710 tahun 1950) disebutkan: “Dianggap sebagai Yahudi adalah seorang individu yang dilahirkan dari seorang ibu Yahudi.” Jadi yang menetap di negara Israel saat ini adalah keturunan Yahudi Murni.

Saat ini proses kembalinya orang-orang Yahudi ke negara Israel sedang berlangsung terus. Hal ini menunjukkan sudah dekatnya azab Allah kepada Bani Israel, yang berarti Armageddon sudah diambang pintu. Sebuah takdir bagi kehancuran Ghetto Yahudi Israel yang tidak bisa dihindari.

2. Memuncaknya Kedurhakaan Israel
Salah satu tanda bahwa Armageddon sudah dekat adalah ditandai dengan memuncaknya kedurhakaan Israel. Bibel Kitab Yesaya (33 : 7-9) menjelaskan tentang pimpinan Israel yang bernama Ariel yang kejam, yang selalu melanggar perjanjian demi perjanjian, yang tidak menghiraukan kecaman manusia, “Lihat orang-orang Ariel menjerit di jalan, utusan-utusan yang mencari damai menangis dengan pedih. Jalan-jalan raya menjadi sunyi dan seorang pun tiada lagi yang melintas di jalan. Perjanjian sudah diingkari, saksi-saksi ditolak, dan manusia tidak dihiraukan. Negeri berkabung dan merana; Libanon tersipu-sipu dan mati rebah; Saron sudah seperti padang belantara, Basn dan Karmel meluruh daun.”

Nama Ariel yang terdapat dalam teks di atas kemungkinan bisa ditafsirkan sebagai Ariel Saron, pimpinan Israel saat ini. Hal ini sangat sesuai dengan sepak terjang pimpinan Israel yang bernama Ariel Saron. Dia sangat kejam, tidak mematuhi perjanjian, bahkan selalu mengingkari. Para saksi yang tidak membela Israel akan diboikot atau ditolak. Dia tidak menghiraukan teguran orang atau bangsa lain. Sehingga pada akhirnya, Ariel akan dikalahkan.

3. Munculnya Gerakan Intifadah
Gerakan Intifadah adalah gerakan perlawanan bangsa Palestina kepada Israel dengan cara melakukan aksi lempar batu. Munculnya intifadah merupakan salah satu tanda dekatnya Armageddon. Bibel telah menyebutkan: “Sebab beginilah Firman Tuhan Allah, ‘Biarlah bangkit sekumpulan orang melawan mereka (Israel) dan biarkanlah mereka menjadi kengerian dan rampasan. Kumpulan orang ini akan melontari mereka dengan batu dan memancung mereka dengan pedangnya, membunuh anak-anak laki-laki dan anak perempuan mereka dan membakar habis rumah-rumah mereka.’ ” (Yehezkiel pasal 23 ayat 46-47).***

Sebagian tanda-tanda tersebut ada yang sudah terwujud dan ada yang belum. Tanda-tanda dekatnya Armageddon yang telah dan sedang terwujud adalah kembalinya Bani Israel ke Tanah Palestina. Memuncaknya kedurhakaan Israel dengan Ariel sebagai pemimpin, dan munculnya gerakan Intifadah. Sedangkan tanda-tanda dekatnya Armageddon yang belum terwujud adalah munculnya Imam Mahdi (Al-Mahdi) untuk menghentikan kedurhakaan Israel. Kemunculan Al-Mahdi didahului oleh fenomena hancurnya Irak.

Tentang kebenaran dari semua ini tentu saja hanya Allah SWT Yang Maha Tahu dan Maha Berkehendak. Kita sebagai manusia hanya bisa melakukan ikhtiar sebatas kemampuan yang telah digariskan olehNya

Siapakah Gusdur

Kamis, 08 Januari 2009
Gus Dur Remehkan Para Relawan jihad
Ditulis Oleh : Redaksi
"Apa itu relawan? Berangkat saja belum tentu. Kalau berangkat, di sana mau apa?" ujar Gus Dur. Konflik itu juga tidak ada urusannya dengan negara Islam, karena konflik Israel-Hamas bukanlah konflik antaragama.

Mantan Presiden Abdurrahman Wahid menganggap pengiriman relawan dari Indonesia ke Palestina akibat agresi Israel tidak perlu dilakukan. Konflik itu juga tidak ada urusannya dengan negara Islam, karena konflik Israel-Hamas bukanlah konflik antaragama.

"Apa itu relawan? Berangkat saja belum tentu. Kalau berangkat, di sana mau apa?" ujarnya, usai Konferensi Rekonsiliasi Nasional Merajut Akar Kebangsaan Indonesia, di Yogyakarta, Kamis (8/1).

Saat ditanya apa yang harus dilakukan negara Islam atas konflik itu, Gus Dur mengatakan masalah itu tidak ada urusannya dengan Islam. Beberapa orang memang mencoba ke arah itu, tetapi tidak bisa.

Sebelumnya Bulan Mei lalu, ada dua isu panas di tengah masyarakat kita. Pertama soal rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Yang kedua, soal kelompok sesat Ahmadiyah yang hendak dibubarkan namun mendapat dukungan dari koalisi liberal dan kelompok non-Muslim.

Di saat itulah, Abdurrahman Wahid terbang ke Amerika Serikat memenuhi undangan Shimon Wiesenthal Center (SWC) untuk menerima Medal of Valor, Medali Keberanian. Selain untuk menerima medali tersebut, Durahman juga menyatakan ikut merayakan hari kemerdekaan Israel, sebuah hari di mana bangsa Palestina dibantai besar-besaran dan diusir dari tanah airnya. Medali ini dianugerahkan kepada mantan presiden RI ini dikarenakan Durahman dianggap sebagai sahabat paling setia dan paling berani terang-terangan menjadi pelindung kaum Zionis-Yahudi dunia di sebuah negeri mayoritas Muslim terbesar seperti Indonesia.

Acara penganugerahan medali tersebut dilakukan dalam sebuah acara makan malam istimewa yang dihadiri banyak tokoh Zionis Amerika dan Israel, termasuk aktor pro-Zionis Will Smith (The Bad Boys Movie), di Beverly Wilshire Hotel, 9500 Wilshire Blvd., Beverly Hills, Selasa (6 Mei), dimulai pukul 19..00 waktu Los Angeles.

Lazimnya acara penganugerahan penghargaan, maka dalam acara ini pun selain medali, ada juga sejumlah dollar yang dihadiahkan Shimon Wiesenthal Center kepada sang penerima. Hanya saja, berapa besar jumlah hadiah berupa uang ini tidak disebutkan dalam situs resmi Wiesenthal Center tersebut ( www.wiesenthal.com ).

Dalam acara dinner yang dihadiri tokoh-tokoh Zionis Amerika dan Israel, di antaranya C. Holland Taylor (CEO LibForAll), Rabbi Marvin Hier (Pendiri SWC, dinobatkan oleh Newsweek Magazines sebagai Rabbi paling berpengaruh nomor satu di AS tahun ), Rabbi Abraham Cooper (menempati urutan ke-25 Rabbi paling berpengaruh di AS tahun 2008), CEO Sony Corporation, dan lainnya, antara penerima penghargaan dengan tuan rumah�para Zionis Amerika dan Israel tersebut�berlangsung obrolan santai namun serius.

Kisah Bocah-Bocah Martir Palestina Syahid

Rabu, 07 Januari 2009
Kisah Bocah-Bocah Martir Palestina Syahid
Ditulis Oleh : Redaksi
PalestinaTiga bocah itu mengemas tas mereka sepulang sekolah Selasa sore itu di distrik Sheikh Rudwan, di kota Gaza. Mereka beritahu orang tua kalau mereka akan pergi ke rumah teman, dan merancang sebuah serangan ke satu pemukiman ilegal Yahudi di dekat Gaza. Senjata mereka hanyalah empat pisau, sebuah kampak dan bahan peledak rakitan yang masih kasar. Namun tentara Israel keburu menghajar bocah-bocah itu hingga tewas di tengah malam yang sepi. Too young too die?

Tiga sekawan muda itu terkapar bersimbah darah sewaktu merangkak masuk menuju pemukiman

Apakah mereka korban atau pahlawan? Para remaja yang dalam usia internasional digolongkan masih anak-anak ini telah meniru orang yang lebih tua dari mereka dalam berjuang intifada. Mereka mencerminkan semangat pembalasan terhadap kebiadaban Israel di tanah mereka, yang setiap saat tampak di pelupuk mata.

Ketiga anak itu ingin menyusup masuk pemukiman ilegal Netzarim yang dihuni warga Yahudi Israel. Ketiga bocah, Youssef Zaqout, Anwar Hamdouna dan Ismail Abu Nadi berjalan enam kilometer menuju pemukiman berpenduduk 6.000 Yahudi, tapi dijaga 10.000 tentara Israel.

Ribuan rakyat Palestina mengantar ketiga pahlawan muda itu ke satu pemakaman di Kota Gaza. Bocah-bocah itu tewas dalam misi martir mereka, namun mereka telah mantap menyambut kematian syahid itu. Mereka tinggalkan catatan kepada keluarga dengan mengabarkan mereka mencari �mati syahid� dan meminta maaf.

Dalam pesan perpisahan, Zaqout menulis kepada ibunya: �Oh Ummi, berbahagialah bersamaku. Aku minta anda berdoa kepada Allah semoga operasi syuhadaku sukses. Aku persembahkan jiwaku karena Allah dan tanah air.�

Lalu Abu Naid menulis, �Ayah, Ibu, maafkan aku. Aku akan melaksanakan operasi syuhada terhadap satu pemukiman.�

Ketika ditanya apakah ia paham dengan motif anaknya Zaqout, sang ibu menjawab,� Anak-anak disiksa oleh apa yang mereka lihat di televisi. Israel menyebabkan semua orang Palestina, termasuk anak-anak, dengan tanpa pilihan kecuali mati.�

Siapa yang menangis, siapa yang tertawa? Para orang tua sedih, sebelia itu mereka sudah berjihad karena tak lagi tahan dengan apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan: penindasan brutal Israel di bumi Palestina merdeka. Cemaslah para orang tua dengan nasib anak-anak mereka. Akan banyak martir muda lainnya menyusul?

Telah meluaslah para syuhada Palestina, tak hanya pria dewasa dan perempuan, tapi juga remaja dan anak-anak. Dunia tampaknya tak bisa membantu rakyat Palestina, mungkin begitu alasannya. Lihatlah, betapa heroiknya anak-anak itu merasa diri mereka. Tiga remaja satu sekolah berusia 14 tahun rela berjihad, meski perjuangan mereka terlalu mudah dihadang tentara Israel yang menembaki mereka hingga tewas.

Sesepuh dan pendiri Hamas, Sheikh Ahmned Yassin, menyampaikan keprihatinan dan menggambarkan aksi anak SMP itu sebagai �bencana nasional.� Bocah-bocah itu bukanlah anggota dari kelompok perlawanan manapun. Namun mereka beraksi atas nama mereka sendiri: anak-anak Palestina yang ingin merdeka dari Israel.

Isi Kamar Remaja

Tengok lagi polah remaja Palestia lainnya. Inilah isi kamar tidur remaja Palestina di satu kamp pengungsi. Tak ada poster grup Linkin� Park, apalagi Britney Spears. Di kamar Ali (bukan nama sebenarnya) ada selusin bom pipa di samping tempat tidurnya. Lalu ia membuka lemari bajunya, ada tiga jaket tentara Israel dan helm lusuh. Lalu ia mengacak-acak laci mencari potongan amunisi, dan duduk di lantai memegang dua senjata Kalashnikov.

Kamar tidur itu jadi persembunyian sel termuda pejuang Palestina di kamp, sebuah benteng militansi di Tepi Barat. Israel mengklaim berhasil melumpuhkan jaringan militansi Palestina dalam agresi militer berdarahnya selama tiga pekan. Namun, di kamar itu delapan remaja pria berkumpul di sisa-sisa jaringan itu tatkala Israel mengobrak-abrik, menewaskan dan menangkapi para pejuang senior.

Inilah generasi Palestina berikutnya, yang lapar untuk berjihad, menuntut darah Palestina yang ditumpahkan Zionis Israel.

Pers AS dan warga mereka menyalahkan anak-anak dan orang tua Palestina (seolah Israel dan pemerintah AS tak pernah salah.)

Bagi Israel, kematian bocah-bocah Palestina ibarat catatan rutin tak ada artinya. Seorang jubir militer Israel mengatakan, �IDF [Pasukan Pertahanan Israel] mengidentifikasi tiga sosok mencurigakan merangkah beberapa meter dari pagar yang melindungi Netzarim. Mereka memulai tembakan dan ketiganya ditewaskan.� Khas Israel, khas Zionis.

Terpengaruh Israel

Banyak yang heran dengan tingkah anak-anak palestina. Abu Hayn yang melakukan kajian kenapa remaja Palestina berbondong-bondong jadi martir mengatakan bahwa 100 persen anak Palestina telah melihat kekerasan Israel. Aksi Zionis itu seperti penembakan, memborbardir rumah dan lainnya. �Sepertiga anak yang terlibat dalam survei mengatakan mereka terpengaruh dengan kekerasan tentara Israel, 90% mengatakan ingin ikut berintifada dan 63 persen mengaku ingin jadi martir,� katanya mengutip survei itu.

Angka itu tak mengejutkan Abu Hayn, karena ia anggap hal itu sebagi reaksi bocah dan opini terhadap kekerasan berdarah yang dilakukan Israel yang menduduki Palestina sejak intifada dimulai. Inilah revolusi intifada Palestina, perjuangan dimulai sejak usia muda.

Selasa, 06 Januari 2009

Kita tak akan mati jika tidak minum Coca-Cola

McDonald's, KFC, A&W, dan produk lainnya masih tenang mengeruk uang rakyat Indonesia. Bagaimana di negara lain?Mungkinkah kita Memboikot Produk Mereka ? Atau jangan-jangan kita Masih Setengah Hati ? Jangan khianati mereka ya Ikhwa...!!

Para ulama Hamas, Al Ikhwanul Muslimin dan berbagai organisasi perjuangan Muslimin di Timur Tengah telah menyerukan boikot terhadap produk-produk yang mendukung negara Zionis Israel. Syeikh Yusuf Qardhawi telah mengeluarkan fatwa yang sangat rinci mengenai seruan ini.

Qardhawi mengatakan, haram hukumnya ummat Islam membeli produk dan barang dagangan Yahudi dan Amerika, dan menganggapnya itu sebagai salah satu dosa besar. Dia menambahkan, bahwa jihad sekarang ini hukum fardhu `ain (wajib) karena Yahudi menghalalkan segala apa yang diharamkan dan tidak mengindahkan norma-norma moral dan nilai-nilai kemanusiaan serta hukuman internasional.

Produk-produk Amerika perlu diboikot, karena negara ini ikut membiayai negara Israel, berupa bantuan keuangan tiap tahun. Bahkan sebagian anggota Kongres Amerika kini sedang berusaha agar Presiden George W Bush menaikkan bantuan kepada Israel. Program bantuan luar negeri tahun 2002 yang telah disetujui Presiden Bush adalah US$ 2,04 miliar untuk bantuan militer dan US$ 730 juta bantuan keuangan, adalah hampir 20% dari total bantuan luar negeri Amerika ke seluruh dunia.

Sedangkan Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad menyerukan adanya boikot global atas dolar AS dan produk-produk buatan AS termasuk Coca-Cola. Boikot itu sebagai protes atas dukungan AS pada Israel.

Ditegaskan Mahathir, masyarakat harus mengambil tindakan terhadap AS atas dukungannya pada Israel yang tengah melakukan agresi militer di Gaza.

"Jika kita berhenti menerima mata uang AS, maka AS tak bisa berdagang dan tak bisa menghasilkan uang. Negara itu akan menjadi sangat miskin dan akan terpaksa menghentikan produksi senjata yang lebih banyak untuk membunuh orang-orang," cetus Mahathir.

"Kita harusnya tidak membeli senjata-senjata dari AS. Kita bisa membeli dari Rusia jika kita harus memiliki pesawat dan lainnya," imbuh mantan pemimpin negeri jiran itu.

"Masyarakat harus bertindak... masyarakat tak akan mati jika mereka tidak minum Coca-Cola," tutur Mahathir seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (6/1/2009).

Mahathir mengkritik pemerintah AS karena menggagalkan resolusi PBB yang menyerukan penghentian aksi militer Israel di Gaza.

Setidaknya 510 warga Palestina telah tewas sejak militer Israel melancarkan agresinya pada 27 Desember lalu. Serangan militer itu kebanyakan menewaskan warga sipil Palestina. Pemerintah Israel berdalih bahwa serangan itu dilakukan untuk menghentikan serangan roket yang kerap dilancarkan kelompok Hamas terhadap Israel

"Saat Kami Sujud, Misil Itu Menghantam Kami..."

"
Ditulis Oleh : Redaksi
�Saat kami sedang bersujud menghadap Allah, tiba-tiba kami mendengar raungan pesawat tempur Zionis-Israel yang datang dari jauh. Tidak lama kemudian pesawat-pesawat pembunuhan itu memuntahkan bom-bom ke arah kami. Semua itu terjadi dalam hitungan menit hingga masjid yang kami ada di dalamnya dihancurkan dari atas kepala-kepala kami.�

Ramadhan Khaled al Afsy (27), tak menyangka jika hari itu menjadi hari petaka baginya. Siang itu, Sabtu (27/12), warga yang tinggal di kamp pengungsi di Nusairat di Jalur Gaza ini sedang berangkat menunaikan shalat dzuhur di masjid al Zahra, sebuah masjid kecil di kamp pengungsi Nusairat. Tak disangaka, pesawat-pesawat Israel bantuan Amerika menyerang wilayahnya.

�Saya adalah satu di antara warga kamp pengungsi. Bersamaan dengan dimulainya gempuran Israel ke seluruh wilayah Jalur Gaza siang lalu, saya bersama sekelompok orang berangkat menunaikan shalat dzuhur di masjid al Zahra, sebuah masjid kecil di kamp pengungsi Nusairat,� ujarnya dikutip Palestine Information Centre (Pusat Informasi Palestina).

�Saat kami sedang bersujud menghadap Allah, tiba-tiba kami mendengar raungan pesawat tempur Zionis-Israel yang datang dari jauh. Tidak lama kemudian pesawat-pesawat pembunuhan itu memuntahkan bom-bom ke arah kami. Semua itu terjadi dalam hitungan menit hingga masjid yang kami ada di dalamnya dihancurkan dari atas kepala-kepala kami.�

Khaled adalah salah seorang dari 13 korban luka yang sampai di rumah sakit Nasher di Kairo, Mesir, dari total 36 korban luka Jalur Gaza yang berhasil dibawa ke wilayah Mesir.

Saat serangan Israel, Khaled bersama jamaah sedang dalam rakaat pertama. �Baru saja kami memulai pada rekaat pertama hingga missil-missil pesawat pembunuhan Israel menghantam kami saat kami sedang bersujud. Saya saat itu hanya bica memohon kepada Allah agar melindungi kami semua dari segala keburukan dan mengembalikan tipu daya mereka ke leher-leher mereka,� ujarnya.

Dalam waktu sekejab, Khaled melihat rumah Allah itu sudah rata dengan tanah. �Tiba-tiba saja masjid sudah dihancurkan total dari atas kepala-kepala kami. Bukan hanya masjid satu-satunya. Namun sejumlah rumah warga di sekitar masjid juga dihancurkan. Nasibku agak lebih baik. Karena saya berada di dekat pintu masjid yang dipenuhi dengan jamaah shalat. Saya berhasil dikeluarkan dengan segera dari bawah reruntuhan puing-puing masjid dan dibawa ke rumah sakit. Kami, 40 jamaah shalat tertimpa masjid dari atas kepala-kepala kami akibat bombardemen Israel. Saya tidak tahu sampai sekarang, apa yang terjadi pada mereka (jamaah yang lain).�

Khaled mengalami patah tulang di kedua pundahknya dan sejumlah tulang rusuk serta terkena serpihan rudal di pinggang kanannya. Meski akibat serangan itu ia sulit berbicara, Khaled masih bersemangat bercerita. �Sesampainya saya di rumah sakit as Shifa di kota Gaza, saya tahu bahwa Zionis-Israel menjadikan masjid-masjid sebagai sasaran serangannya.�

Khaled tak salah. Sebab, pesawat-pesawat tempur Israel itu akhirnya menghancurkan sejumlah masjid lainnya. Di antaranya adalah masjid as Shifa di barat Gaza, masjid al Qassam di Khan Yunis, masjid Imad Aqil di utara Jalur Gaza, masjid Abu Bakar ash Shidiq di kamp pengungsi Jabaliya dan masjid al Istiqamah di kota Rafah. Sampai hari ini, sudah lebih dari 8 masjid di kota itu hancur.

Ada guratan sedih di wajahnya. Maklum, semenjak dirinya dirawat di lantai empat di ruang gawat darurat rumah sakit Nasher, Mesir, ia sudah berpisah dengan anak dan istrinya. �Saya memiliki 9 anak. Saya tidak tahu nasib sebagian dari mereka sekarang. Meskipun salah seorang anak saya sudah menghubungi saya dan menenangkan saya soal mereka, namun saya belum mendengar suara mereka. Saya cemas mereka tertimpa bahaya,� ungkapnya sedih.

Mengenai perjalanannya hingga sampai ke Mesir dia mengatakan, �Saya tinggal di rumah sakit as Shifa di Jalur Gaza selama dua hari. Selama itu kondisi saya terus memburuk. Senin malam saya sampai di Kairo setelah diangkut mobil ambulan dari kotaGaza ke perbatasan Mesir. Kemudian mobil ambulan di perbatasan Mesir membawa saya ke rumah sakit Arisy. Dari sana saya dibawa ke Kairo karena saya sangat membutuhkan tindakan operasi cukup rumit.�

Presiden Mesir Tidak Akan Buka Gerbang Rafah

Image
















Presiden Mesir Husni Mubarak menegaskan dirinya tidak akan memeritahkan pembukaan gerbang Rafah bagi orang-orang Palestina yang diblokade di Jalur Gaza atau mengizinkan antuan kemanusiaan yang datang dari Negara-negara Arab ke Jalur Gaza kecuali ada persetujuan dari pihak Israel.

Hal tersebut disampaikan Mubarak kepada televisi Mesir, Kamis (01/01/09) malam, usai bertemu dengan PM Turki di Syarm el Syaikh, seputar masalah berlanjutnya penutupan gerbang Rafah. Mubarak mengatakan, “Israel bertanggung jawab atas jaminan keamanan di semua perbatasannya, termasuk perbatasannya dengan tanah pendudukan. Yakni dari utara ke timur ke selatan dengan perbatasan Mesir ke laut yang menghadap Jalur Gaza. Semua ini tanggung jawab Israel. Tanggung jawab jaminan keamanan Israel dan jaminan keamanan perbatasannya. Bahkan perbatasan tanah pendudukan juga dalam tanggung jawabnya. Yakni perbatasan Golan, juga menjadi tanggung jawab jaminana keamanannya.”

Mengenai pembukaan gerbang apabila kondisi kemanusiaan menuntut hal itu. Presiden Mubarak mengatakan, “Kami membuka gerbang untuk kondisi-kondisi kemanusiaan. Kami melarang sebelum Israel mengizinkan. Agat tidak salah faham, atau mereka menuduh kami mengizinkan masuknya senjata, bahan leledak atau barang terlarang lainnya.”

Mubarak menegaskan perbatasan Mesir adalah garis merah yang tidak bisa dilanggar. Dia mengatakan, “Ada yang meminta pembukaan gerbang Rafah dan kami katakan: bagaimana mungkin menyeberangi gerbang ke sisi lain, mereka mengatakan itu tanah Palestina, namun hakikatnya itu adalah tanah pendudukan, yang menduduki dialah yang menguasainya dan mengontrol gerakan keluar masuk, tidak perlu menipu opini publik.”

Presiden Mubarak mengatakan, “Orang-orangIsrael ada di gerbang. Kami mencapai kesepakatan adanya utusan otoritas Palestina, utusan uni eropa. Dan pihak Israel memantai gerbang khusus untuk orang saja melalui kamera pemantau dan pemantau Israel. Mereka mengawasi siapapun yang keluar dan yang masuk.”

Dia menambahkan, “Ketika Hamas datang terusirlah utusan uni Eropa dan utusan Otoritas Palestina. Kondisinya menjadi rumit. Saya tidak mungkin mengizinkan siapapun melintasi gerbang yang menjadi tanggung jawab kami. Saya tidak bisa memasukan apapun musalnya dari Libia atau dari Negara tetangga lain melalui gerbang saya. Saya hanya mengizinkan masuk melalui gerbang saya kalau saya sudah memastika ada persetujuan.”

Dia menambahkan, “Di sana ada penyeberangan Yordania, di sana ada gerbang Yordania dan gerbang Israel. Selama di dalam tanah pendudukan atau tanah Israel maka Israel harus mengawasi apapun yang masuk. Apakah yang masuk snjata, bahan peledak atau barang terlarang. Ini di Yordania dan semua penyeberangan demikian.”

Presiden Mubarak menjelaskan, “Berkatain dengan gerbang penyeberangan Rafah. Kami bisa melakukan kesepahaman dengan Israel untuk membukannya. Di sana ada kamera Israel dan monitor pemantau gerakan di gerbang. Harus mendapat persetujuan Israel siapa yang masuk. Bila ada pelanggaran di sana ada orang-orang yang memantau kondisi dan menyampaikan ke pihak Israel.”

Mubarak menyatakan, “Gerbang Rafah ada dua sisi. Yang datang dari sisi saya (Mesir) selama untuk kebutuhan kemanusiaan kami sampaikan ke Israel. Yang datang dari mereka kami juga menyampaikan ke Israel. Kalau tidak mereka aka datang duduk di gerbang dan memeriksa semua orang yang masuk. Karena ada di dalam tanah pendudukan yang berada di bawah control Israel.”

Hamas dan Fatah Bersatu Melawan Zionis Israel

Image













Israel mengakui pihaknya mengalami sejumlah kerugian akibat perlawanan Hamas, sejak rezim Zionis itu mengerahkan pasukan daratnya ke Jalur Gaza hari Sabtu kemarin. IOL mengutip pernyataan salah seorang pemimpin Hamas yang menyatakan bahwa Hamas berhasil menyandera dua tentara Israel, 11 terntara Israel tewas dan 48 tentara lainnya cedera.

Jumlah korban di kalangan rakyat sipil Palestina terus bertambah menjadi 531 orang gugur syahid dan 2.500 orang luka-luka. Pada hari Minggu kemarin, misil-misil Israel menghantam dua mobil ambulan yang sedang mengevakuasi korban. Akibatnya, empat petugas medis gugur syahid. Korban terbaru adalah seorang ibu dan empat anaknya yang shahid setelah rumah mereka dibombardir tentara Israel.

Di pihak Israel, jumlah korban tewas sebanyak empat orang akibat roket-roket pejuang Palestina yang diluncurkan dari Gaza. Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak menyatakan perang akan masih berlangsung lama dan Israel akan menambah pasukan daratnya untuk menginvasi Jalur Gaza.

Sejumlah saksi mata di timur Gaza pada al-Jazeera mengatakan, tentara-tentara Zionis itu menggeledah rumah-rumah, gedung-gedung dan mengambil posisi di atas atap-atap gedung. Militer Israel mengakui 30 tentaranya luka-luka, dua diantaranya cedera serius dalam pertempuran darat dengan para pejuang Palestina di Jalur Gaza. Israel sedikitnya mengerahkan 9.000 pasukan cadangan dalam invasinya ke Jalur Gaza.

Pasukan Zionis juga berhasil menguasai stasiun televisi al-Aqsa yang berafiliasi dengan Hamas dan menyiarkan pesan agar para pmimpinan Hamas menyerah. "Operasi ini akan lebih diintensifkan dan diperluas sepanjang kami rasa perlu. Ini perang, bukan piknik," kata Barak.

Sementara itu, sayap militer Fatah yang selama ini berseberangan dengan Hamas kini bersatu di Gaza menghadapi invasi pasukan darat Israel. Sepanjang hari Minggu kemarin, terjadi pertempuran sengit di Gaza antara pasukan Zionis dan pejuang Palestina.

Pimpinan Brigade Izzudin al-Qassam-sayap militer Hamas- Abu Obeida menegaskan mereka akan melakukan perlawanan penuh terhadap pasukan Zionis. Ia mengancam tentara-tentara Zionis itu akan mati atau ditawan oleh para pejuang Hamas.

"Pertempuran baru saja dimulai dan musuh akan menanggung akibat dan konsekuensinya. Mereka harus siap dengan berita buruk dari Jalur Gaza," tukas Obeida.

Hamas menyatakan mereka siap melakukan dialog tanpa syarat dan dialog harus membahas bagaimana menghadapi agresi Zionis Israel dan bukan isu lain.

"Hamas menyerukan dialog nasional untuk membahas bagaimana menghadapi agresi ini. Karena tidak ada waktu untuk membicarakan isu-isu lainnya," kata Mohammed Nazzal, salah seorang anggota politbiro Hamas.

Di Tepi Barat, Presiden Palestina Mahmud Abbas mulai bersikap tegas dan menyatakan tidak akan melanjutkan negosiasi damai dengan Israel. Dalam pernyataan di televisi Palestina, Abbas mengatakan bahwa bernegosiasi dengan Israel ternyata tidak bermanfaat dan tidak berhasil mencapai tujuan untuk membentuk negara Palestina merdeka.(Berbagai Sumber)

PBB Singa Ompong, Dunia Siapkan Aksi Massa

Dewan Keamanan PBB sudah menjadi singa ompong. Dewan ini lagi-lagi gagal membuat resolusi untuk menghentikan kebrutalan Zionis Israel di Jalur Gaza yang diusulkan oleh negara-negara Arab. Biang keroknya, siapa lagi kalau bukan AS dan Inggris yang memveto usulan resolusi itu.

AS dan Inggris tidak setuju dengan draft resolusi yang hanya menyebut serangan-serangan Israel ke Gaza tanpa menyebut tembakan roket-roket pejuang Palestina ke wilayah Israel. Mereka meminta draft resolusi diamandemen.

AS dan Inggris mungkin sudah lupa sejarah bahwa rezim Zionis adalah penjajah di Palestina dan hal yang wajar jika para pejuang Hamas menembakkan roketnya untuk melawan penjajah yang telah merampas dan membantai rakyat Palestina.

Israel sendiri menolak seruan dunia internasional untuk menghentikan serangannya dan kembali ke meja perundingan. Israel tetap menyatakan akan perang habis-habisan untuk menghancurkan Hamas meski harus membantai warga sipil Palestina.

Menlu Israel, Tzipi Livni, bahkan tutup mata atas kehancuran dan krisis kemanusiaan di Gaza akibat serangan pasukan Israel. Dalam kunjungan ke Paris Kamis kemarin, Livni mengatakan "Tidak ada krisis kemanusiaan di Jalur Gaza, oleh sebab itu tidak perlu ada negosiasi kemanusiaan."

Sementara itu, Komisaris badan bantuan PBB untuk Palestina (UNRWA) di Gaza, Karen Abu Zayed mengungkapkan keprihatinannya melihat situasi di Gaza. "Situasi kritis warga Gaza tidak pernah seakut ini. Saya sangat sedih melihat penderitaan di sekeliling saya," ujar Karen. UNRWA sudah meminta bantuan darurat sebesar 34 juta dollar untuk membantu masyarakat Gaza.

Asistan deputi kementerian kesehatan di Gaza Hassan Khalaf mengatakan apa yang terjadi di Gaza bukan perang tapi pembantaian. "Apa yang telah dilakukan Israel terhadap kami tidak bisa dibandingkan dengan apapun. Komunitas internasional tetap tak mampu membantu kami sementara mereka bisa membantu Israel selama puluhan tahun," kecam Khalaf.

Aksi-aksi massa masyarakat dunia memprotes serangan Israel ke Jalur Gaza semakin meluas. Mulai dari kota London, Amsterdam, Roma, Wina, Puerto Rico sampai Caracas. Aksi-aksi massa ini dipekirakan akan terus berlanjut sepanjang Israel masih membombadir dan membantai rakyat Gaza.

Hari ini, Jumat (2/1) masyarakat dunia secara serempak juga akan kembali menggelar aksi massa besar-besaran mengecam kekejaman Israel. Mereka geram dengan ketidakberdayaan Dewan Keamanan melawan veto AS dan Inggris.

Pesawat Israel Gempur Jamaah Sholat Di Masjid

Pasukan Israel kembali melakukan pembantian melalui udara kemarin Sabtu (3/1) dengan menghancurkan sebuah masjid yang berisi puluhan jamaah shalat. Akibatnya, 16 jamaah gugur syahid dan 60 lainnya luka-luka.
Sejumlah saksi mata dan sumber medis menyebutkan kepada Infopalestina bahwa 13 jamaah shalat sedikitnya gugur syahid dan 60 lebih jamaah lainnya mengalami luka-luka setelah beberapa pesawat udara Israel jenis F16 menjatuhkan beberapa ton bahan peledak, roket dan bom ke masjid Asy-Syahid Dr. Ibrahim Al-Muqademah di Betlahia utara Jalur Gaza pada dipenuhi oleh jamaah shalat.

Saksi mata menegaskan bahwa para jamaah yang menjadi korban para saat mereka mendengarkan nasihat setelah shalat di masjid ketika pesawat-pesawat Israel menjatuhkan bom ke masjid tersebut. Akibatnya belasan korban gugur dan puluhan lainnya luka-luka.

Akibat serangan ini, penduduk di sekitar kejadian mengalami kegusaran dan kaget. Mereka segera mendatangi masjid tersebut dan menyelamatkan korban syahid dan luka-luka yang berada di bawah puing-puing masjid yang runtuh. Masjid ini menjadi masjid ke 11 yang dihancurkan Israel setelah sembilan hari membombardir Jalur Gaza. Paramedis menegaskan bahwa korban gugur akibat serangan terhadap masjid Al-Muqademah ini akan diperkirakan meningkat karena banyaknya korban di bawah puing-puing yang dihancurkan Israel.

Bersamaan dengan pembantian Israel kali ini, pesawat-pesawat Israel melepaskan puluan roket dan bom di sepanjang wilayah timur Jalur Gaza dan perbatasan dengan Mesir. Dua warga gugur syahid dalam setelah sebuah roket menyerang sebuah rumah di timur Jalur Gaza. Serangan Israel juga terjadi di kantor harian Ar-Risalah di perkampungan An-Nashr di Gaza.(Infplstn)

Mau Tahu Kenapa Obama Berkelit Soal Palestina?!



"Seperti yang kalian tahu, Obama telah pergi ke Israel dan meminta dukungan mereka karena banyak pemilih di Amerika adalah Yahudi," imbuh Mahathir kepada wartawan di Kuala Lumpur.

Presiden terpilih AS Barack Obama tetap tidak mau berkomentar mengenai krisis Gaza. Kebisuan Obama itu bukan tanpa alasan.

Kepada para wartawan di Washington, Obama kembali membela sikap diamnya itu. Dikatakan Obama, jika menyangkut kebijakan luar negeri, dirinya akan mengacu ke prinsip "satu presiden pada satu waktu."

"Kita tidak bisa memiliki dua suara yang berasal dari AS di saat kita punya begitu banyak yang dipertaruhkan," kata Obama.

Penjelasan seperti itu pernah dikemukakan pihak Obama sebelumnya. Sebelum dirinya dilantik menjadi presiden AS pada 20 Januari mendatang, Obama tak akan banyak berkomentar mengenai kebijakan luar negeri. Alasannya Obama tidak ingin menimbulkan kebingungan mengingat George W Bush saat ini masih menjadi presiden AS.

"Selama periode transisi ini, kami tidak terlibat dalam tindakan apapun yang bisa mengirimkan sinyal membingungkan ke dunia mengenai siapa yang berbicara atas nama AS," tegas asisten transisi Obama seperti dilansir Reuters, Selasa (6/1/2009).

Sejumlah kritikus mencetuskan, dengan sikap diamnya, Obama telah kehilangan kesempatan untuk melepaskan diri dari sikap Presiden Bush yang pro-Israel.

"Diamnya Obama selama 10 hari mematikan di Israel ini telah menggema dan terdengar di seluruh dunia," cetus ahli strategi Partai Republik, Scott Reed.

Sebelumnya Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad mengkritik pemerintah AS karena menghalangi keluarnya resolusi Dewan Keamanan PBB mengenai penghentian agresi militer Israel di Gaza. Mahathir juga yakin kebijakan pemerintahan Barack Obama mengenai Israel nantinya tidak akan berubah.

"Seperti yang kalian tahu, Obama telah pergi ke Israel dan meminta dukungan mereka karena banyak pemilih di Amerika adalah Yahudi," imbuh Mahathir kepada wartawan di Kuala Lumpur.

Menurut Mahathir, Obama merupakan pilihan yang terbaik dari yang buruk. "Saya tak bisa memikirkan ada orang lain yang seburuk Presiden Bush. Dia (Obama) terbaik dari pilihan-pilihan yang buruk," cetus mantan pemimpin negeri jiran itu.

Mayat Rakyat Sipil Menumpuk di Gaza

Image

Brigade Izzudin al-Qassam, telah memberikan penampilan yang paling indah selama perlawanan dan tidak terlihat oleh dunia

Rakyat sipil Palestina kian menderita karena militer Israel terus maju menuju Jalur Gaza. Sedikitnya 540 orang telah tewas dalam wilayah itu sepuluh hari terakhir. Lebih dari 80 kabar kematian dilaporkan sejak Israel mulai menyerang pada hari Sabtu.

Di antara yang mati pada hari Senin adalah 7 keluarga dari kamp pengungsian Shati yang dibunuh oleh angkatan laut Israel. Tiga saudara kandung dari satu keluarga juga seorang gadis dan kakeknya tewas di Gaza, dekat Zeitoun selama baku tembak berlangsung.

Pelayanan medis darurat juga telah diserang bersamaan dengan diserangnya rumah sakit al-Awda di Jabaliya yang hancur oleh granat Israel, ungkap aktivis HAM luar negeri.

"Dua granat meledak di parkiran mobil yang ramai, 15 meter dari pintu masuk ke ruang darurat," kata Alberto Arce dari Gerakan Solidaritas Internasional.

“Pintu masuk ruang darurat dirusak. Pada saat itu ambulan datang membawa orang terluka."

Dokter terbunuh

Pada hari Ahad, angkatan bersenjata Israel membunuh setidaknya empat paramedis karena mencoba mengambil warga Palestina yang terluka. Mobil ambulan juga kena serangan itu, kata warga Palestina. Pejabat pemerintah Israel mengatakan mereka tidak menargetkan warga sipil, tetapi hanya ingin mengarahkan roket ke Hamas di Gaza.

Ada juga kekhawatiran bahwa situasi kemanusiaan akan lebih memburuk. 1,5 juta orang kekurangan bahan bakar, makanan dan obat-obatan. PBB telah memperingatkan bahwa terdapat "kesenjangan kritis" dalam hal bantuan untuk mencapai Gaza, meskipun klaim dari Tzipi Livni, menteri luar negeri Israel, mengatakan tidak ada masalah dan bantuan bisa masuk.

Christopher Gunness, juru bicara PBB dari Dinas Pekerjaan, mengatakan tidak masuk akal bila tidak ada krisis kemanusiaan di Gaza. Organisasi tempat saya bekerja memiliki sekitar 9.000 sampai 10.000 pekerja di lapangan. Mereka berbicara dengan warga sipil di Gaza ... Masyarakat sangat menderita.

"Seperempat dari semua orang-orang yang dibunuh sekarang adalah warga sipil. Jadi ketika saya mendengar orang berkata kami melakukan yang terbaik untuk menghindari jatuhnya korban penduduk sipil terdengar bodoh."

Perlawanan Hamas

Meskipun krisis di Gaza terus berlangsung, Mahmoud al-Zahar, pejabat senior Hamas mengungkapkan, bahwa kelompoknya menuju "kemenangan" melawan militer Israel. Dia mengatakan bahwa sayap angkatan bersenjata Hamas, Brigade Izzudin al-Qassam, telah "memberikan penampilan yang paling indah selama perlawanan dan tidak terlihat oleh dunia".

Sekelompok warga Palestina bahkan terus meluncurkan roket ke selatan Israel, walaupun lebih dari satu minggu pemboman udara Israel. Seorang tentara Israel telah dikonfirmasi tewas dalam serangan Gaza sejauh ini, dengan sedikitnya 49 lainnya luka. Empat warga Israel juga telah tewas akibat roket Palestina.

Palang Merah Internasional dan pemimpin dunia telah meminta kedua kelompok berseteru Israel dan Hamas untuk menghentikan menargetkan warga sipil dan berusaha untuk melakukan genjatan senjata. (Erdi)

Agresor Israel Gunakan Bom Kimia

Image

















Israel menggunakan zat berbahaya untuk membantai warga Gaza dalam serangan daratnya. Bom-bom yang digunakan pasukan Zionis mengandung fosfor putih, sebuah zat yang berbahaya dan mematikan bagi manusia.
Fosfor putih, oleh badan intelejen AS dimasukkan ke dalam katagori "senjata kimia". Orang yang terkena serpihan dari bom yang mengandung fosfor putih akan mengalami luka bakar yang mengerikan.

Times Online mengutip keterangan seorang pakar keamanan Israel yang mengatakan, "Pemandangan dari ledakan bom yang mengandung zat berbahaya itu akan terlihat fantastik, dengan asap tebal yang bisa membutakan mata pihak musuh, sehingga pasukan kami bisa bergerak maju."

Dalam serangan artileri pasukan Israel ke Jalur Gaza hari Minggu kemarin, diketahui bahwa bom-bom yang ditembakkan dari tank-tank Israel mengandung fosfor putih. Itu artinya, Israel telah menggunakan senjata kimia berbahaya yang penggunaannya masih menjadi kontroversi di dunia.

Hari Minggu kemarin, anggota tim dokter dari Norwegia, Dokter Mads Gilbert, juga mengatakan bahwa tim medisnya menemukan sisa-sisa uranium pada sejumlah korban luka di Gaza.

Times Online dalam laporannya mengatakan, penggunaan senjata kimia dalam serangan ke Jalur Gaza akan memicu kontroversi atas metode-metode serangan yang digunakan militer Israel. Israel juga menggunakan bom-bom yang mengandung fosfor putih dalam perang 34 hari dengan Hizbullah di Libanon sehingga banyak menimbulkan korban jiwa.(Alslm)