
Brigade Izzudin al-Qassam, telah memberikan penampilan yang paling indah selama perlawanan dan tidak terlihat oleh dunia
Di antara yang mati pada hari Senin adalah 7 keluarga dari kamp pengungsian Shati yang dibunuh oleh angkatan laut Israel. Tiga saudara kandung dari satu keluarga juga seorang gadis dan kakeknya tewas di Gaza, dekat Zeitoun selama baku tembak berlangsung.
Pelayanan medis darurat juga telah diserang bersamaan dengan diserangnya rumah sakit al-Awda di Jabaliya yang hancur oleh granat Israel, ungkap aktivis HAM luar negeri.
"Dua granat meledak di parkiran mobil yang ramai, 15 meter dari pintu masuk ke ruang darurat," kata Alberto Arce dari Gerakan Solidaritas Internasional.
“Pintu masuk ruang darurat dirusak. Pada saat itu ambulan datang membawa orang terluka."
Dokter terbunuh
Pada hari Ahad, angkatan bersenjata Israel membunuh setidaknya empat paramedis karena mencoba mengambil warga Palestina yang terluka. Mobil ambulan juga kena serangan itu, kata warga Palestina. Pejabat pemerintah Israel mengatakan mereka tidak menargetkan warga sipil, tetapi hanya ingin mengarahkan roket ke Hamas di Gaza.
Ada juga kekhawatiran bahwa situasi kemanusiaan akan lebih memburuk. 1,5 juta orang kekurangan bahan bakar, makanan dan obat-obatan. PBB telah memperingatkan bahwa terdapat "kesenjangan kritis" dalam hal bantuan untuk mencapai Gaza, meskipun klaim dari Tzipi Livni, menteri luar negeri Israel, mengatakan tidak ada masalah dan bantuan bisa masuk.
Christopher Gunness, juru bicara PBB dari Dinas Pekerjaan, mengatakan tidak masuk akal bila tidak ada krisis kemanusiaan di Gaza. Organisasi tempat saya bekerja memiliki sekitar 9.000 sampai 10.000 pekerja di lapangan. Mereka berbicara dengan warga sipil di Gaza ... Masyarakat sangat menderita.
"Seperempat dari semua orang-orang yang dibunuh sekarang adalah warga sipil. Jadi ketika saya mendengar orang berkata kami melakukan yang terbaik untuk menghindari jatuhnya korban penduduk sipil terdengar bodoh."
Perlawanan Hamas
Meskipun krisis di Gaza terus berlangsung, Mahmoud al-Zahar, pejabat senior Hamas mengungkapkan, bahwa kelompoknya menuju "kemenangan" melawan militer Israel. Dia mengatakan bahwa sayap angkatan bersenjata Hamas, Brigade Izzudin al-Qassam, telah "memberikan penampilan yang paling indah selama perlawanan dan tidak terlihat oleh dunia".
Sekelompok warga Palestina bahkan terus meluncurkan roket ke selatan Israel, walaupun lebih dari satu minggu pemboman udara Israel. Seorang tentara Israel telah dikonfirmasi tewas dalam serangan Gaza sejauh ini, dengan sedikitnya 49 lainnya luka. Empat warga Israel juga telah tewas akibat roket Palestina.
Palang Merah Internasional dan pemimpin dunia telah meminta kedua kelompok berseteru Israel dan Hamas untuk menghentikan menargetkan warga sipil dan berusaha untuk melakukan genjatan senjata. (Erdi)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar