Kamis, 09 April 2009

PRESIDEN YANG MISKIN HARTA, NAMUN KAYA IMAN

Moga² kita punya (calon) Presiden dan (calon) Para Pejabat yang niru dia yaa ..



Presiden Iran saat ini: Mahmoud Ahmadinejad, ketika di wawancara oleh TV Fox (AS) soal kehidupan pribadinya:
"Saat anda melihat di cermin setiap pagi, apa yang anda katakan pada diri anda?"
Jawabnya: "Saya melihat orang di cermin itu dan mengatakan padanya:
"Ingat, kau tak lebih dari seorang pelayan, hari di depanmu penuh dengan tanggung jawab yang berat, yaitu melayani bangsa Iran ."

Berikut adalah gambaran Ahmadinejad, yang membuat orang ternganga dan terheran-heran :


1. Saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan
Ia menyumbangkan seluruh karpet Istana Iran yang sangat tinggi nilainya itu
kepada masjid2 di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.

2. Ia mengamati bahwa ada ruangan yang sangat besar untuk menerima dan menghormati tamu VIP,
lalu ia memerintahkan untuk menutup ruang tersebut dan menanyakan pada protokoler
untuk menggantinya dengan ruangan biasa dengan 2 kursi kayu, meski sederhana tetap terlihat impresive.





3. Di banyak kesempatan ia bercengkerama dengan petugas kebersihan di sekitar rumah dan kantor kepresidenannya.

4. Di bawah kepemimpinannya, saat ia meminta menteri2 nya untuk datang kepadanya
dan menteri2 tsb akan menerima sebuah dokumen yang ditandatangani yang berisikan arahan2 darinya,
arahan tersebut terutama sekali menekankan para menteri2nya untuk tetap hidup sederhana
dan disebutkan bahwa rekening pribadi maupun kerabat dekatnya akan diawasi,
sehingga pada saat menteri2 tsb berakhir masa jabatannya dapat meninggalkan kantornya dengan kepala tegak.

5.. Langkah pertamanya adalah ia mengumumkan kekayaan dan propertinya yang terdiri dari Peugeot 504 tahun 1977,
sebuah rumah sederhana warisan ayahnya 40 tahun yang lalu di sebuah daerah kumuh di Teheran.
Rekening banknya bersaldo minimum, dan satu2nya uang masuk adalah uang gaji bulanannya.

6. Gajinya sebagai dosen di sebuah universitas hanya senilai US$ 250.

7. Sebagai tambahan informasi, Presiden masih tinggal di rumahnya.
Hanya itulah yang dimilikinyaseorang presiden dari negara yang penting baik secara strategis, ekonomis, politis,
belum lagi secara minyak dan pertahanan.
Bahkan ia tidak mengambil gajinya, alasannya adalah bahwa semua kesejahteraan adalah milik negara dan ia bertugas untuk menjaganya.

8. Satu hal yang membuat kagum staf kepresidenan adalah tas yg selalu dibawa sang presiden tiap hari selalu berisikan sarapan;
roti isi atau roti keju yang disiapkan istrinya dan memakannya dengan gembira,
ia juga menghentikan kebiasaan menyediakan makanan yang dikhususkan untuk presiden.




9. Hal lain yang ia ubah adalah kebijakan Pesawat Terbang Kepresidenan,
ia mengubahnya menjadi pesawat kargo sehingga dapat menghemat pajak masyarakat dan untuk dirinya,
ia meminta terbang dengan pesawat terbang biasa dengan kelas ekonomi.

10. Ia kerap mengadakan rapat dengan menteri2 nya untuk mendapatkan info tentang kegiatan dan efisiensi yang sdh dilakukan,
dan ia memotong protokoler istana sehingga menteri2 nya dapat masuk langsung ke ruangannya tanpa ada hambatan..
Ia juga menghentikan kebiasaan upacara2 seperti karpet merah, sesi foto, atau publikasi pribadi,
atau hal2 spt itu saat mengunjungi berbagai tempat di negaranya.

11. Saat harus menginap di hotel, ia meminta diberikan kamar tanpa tempat tidur yg tidak terlalu besar
karena ia tidak suka tidur di atas kasur, tetapi lebih suka tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut.
Apakah perilaku tersebut merendahkan posisi presiden?
Presiden Iran tidur di ruang tamu rumahnya sesudah lepas dari pengawal2nya yg selalu mengikuti kemanapun ia pergi.
Menurut koran Wifaq, foto2 yg diambil oleh adiknya tersebut,
kemudian dipublikasikan oleh media masa di seluruh dunia, termasuk amerika.





12. Sepanjang sholat, anda dapat melihat bahwa ia tidak duduk di baris paling muka




13. Bahkan ketika suara azan berkumandang,
ia langsung mengerjakan sholat dimanapun ia berada meskipun hanya beralaskan karpet biasa




14. baru-baru ini dia baru saja mempunyai Hajatan Besar Yaitu Menikahkan Puteranya.. Tapi pernikahan putra Presiden ini hanya layaknya pernikahan kaum Buruh. Berikut dokumentasi pernikahan Putra Seorang Presiden


Lihat aja makanannya cuman ada Pisang,Jeruk, Apel







Akankah kita di Indonesia mempunyai seorang Pemimpin seperti beliau, mudah-mudahan di pemilu yang akan datang kita akan memiliki Presiden seperti ini.

Kamis, 02 April 2009

9 butir maklumat ICMI & MUI menjelang Pemilu 2009

Menjelang Pemilu Legislatif 9 April 2009, ICMI dan MUI bersama sejumlah ormas Islam lainnya mengeluarkan maklumat kepada seluruh rakyat Indonesia. Ada 9 butir maklumat yang juga terkait dengan Pilpres 8 Juli.

Maklumat itu disampaikan Tim Sukses Pemilu Damai ICMI dan ormas Islam yang dipimpin mantan Mendagri Syarwan Hamid di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Kamis (2/4).

Saat menyampaikan maklumat itu, Syarwan didampingi Siti Nurbaya Bakar (Wakil Ketua Tim Sukses Pemilu Damai yang juga Sekretaris Jenderal DPD), Hidayat Syarief (Sekretaris) serta Teuku Abdullah Sanny dan Muhammad Taufiq (Wakil Sekretaris).

Ormas Islam lainnya yang tergabung dalam Tim Sukses Pemilu Damai adalah Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Al Irsyad Al Islamiah, Dewan Masjid Indonesia (DMI), serta Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI).

Maklumat dikeluarkan menyusul pertemuan ICMI bersama ormas Islam lainnya dengan Ketua Dewan Kehormatan ICMI BJ Habibie di kediamannya, Jl Patra Kuningan XIII No 1 Jakarta, beberapa waktu lalu. ICMI bersama ormas Islam lainnya kemudian membentuk Tim Sukses Pemilu Damai.

Maklumat ditandatangani di Jakarta pada 25 Maret 2009 oleh Ketua Presidium ICMI Muslimin Nasution, Ketua Umum DDII Syuhada Bahri, Ketua MUI Amidhan, Ketua Umum Al Irsyad Al Islamiah Abdullah Mubarak Aljaidi, Sekretaris Jenderal DMI Natsir Zubaidi serta Ketua Umum DPP BKPRMI Ali Muhtar Ngabalin.

Isi maklumat yang pertama, demokrasi sebagai pilihan bangsa Indonesia harus mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang berpegang pada prinsip-prinsip musyawarah, kesetaraan, keadilan, amanah dan tanggung jawab sebagai nilai-nilai kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Kedua, mengarahkan demokrasi tidak hanya memenuhi hak-hak sipil dan politik, hak-hak ekonomi, sosial serta budaya, tetapi juga kewajiban-kewajiban warga negara yang berlandaskan rule of law. Ketiga, sebagai perwujudan demokrasi maka pemilu harus terlaksana jujur, adil, bebas, aman, dan damai.

Keempat, mengajak seluruh rakyat berpartisipasi dengan menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab serta memilih caleg atau calon anggota lembaga legislatif (DPR/DPD/DPRD) yang berkarakter, berintegritas, teladan, jujur dan memahami masalah bangsa.

Kelima, caleg dan partai politik lebih mengedepankan etika, memahami aturan, tidak money politics, black campaign, pembunuhan karakter, dan menghalalkan cara-cara lainnya, serta siap kalah dan siap menang. Kemenangan adalah amanah dan kekalahan adalah tantangan untuk kesabaran.

Keenam, pejabat negara yang turut serta berkampanye agar menaati sumpahnya dan tidak mengesampingkan kepentingan bangsa dan negara di atas pribadi dan golongan. Ketujuh, KPU menyelenggarakan pemilu yang aman, adil, bebas, langsung dan rahasia. Sedangkan Panwaslu beserta penegak hukum bersikap netral, tegas, dan adil sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan.

Kedelapan, ICMI bersama ormas Islam lainnya mengimbau seluruh rakyat memilih wakil-wakilnya yang siddiq (jujur), tabligh (penyampai), amanah (bertanggung jawab), dan fathanah (cerdas) sebagai pertanggungjawaban kepada Allah Subahana wa Ta'ala (SWT).

Kesembilan, ICMI bersama ormas Islam lainnya berharap Pemilu 2009 menemukan wakil-wakil rakyat sebagai khalifahtul fil ard (khalifah Allah di bumi) yang rahmatan lil'alamin (rahmat bagi semesta) menuju baldatun thayyibatun warabbun ghafur (negeri adil dan makmur yang diridhai Allah SWT).

Selasa, 10 Maret 2009

WTC Hancur, Kemana 4000 Orang Yahudi ?!

Selasa, 10 Maret 2009WTC Hancur, Kemana 4000 Orang Yahudi ?!

Ditulis Oleh : Redaksihttp://dakta.com/mitsa1/foto_berita/WTC.jpgTemuan terbaru peristiwa 11 September mengejutkan dunia. Media berita Amerika membenarkan keterlibatan Israel

Hidayatullah.com—Temuan terbaru dilaporkan adanya keterlibatan agen Israel dalam tragedi WTCyang menghancurkan gedung World Trade Center (WTC) dan gedung Pentagon.

American Free Press, sebagaimana dikutip oleh Press TV, siang tadi, menyatakan bahwa Ziad Al Jarrah, salah satu tersangka yang dicurigai dalam aksi terorisme tersebut, diketahui merupakan salah satu agen Israel, Mossad.

Penemuan lainnya oleh New York Times, juga membeberkan bahwa saudara Ziad, Ali Al Jarrah, yang memiliki kewarganegaraan Lebanon, juga dicurigai bergabung dalam badan mata-mata Israel selama 20 tahun terakhir.

"Penemuan lainnya mengenai tragedi 11 September tersebut, juga mendapati bahwa sepupu Jarrah terlibat langsung sebagai satu dari 19 pembajak kapal yang menabrakkannya ke menara kembar WTC dan Pentagon," tambah New York Times.

Penemuan ini memicu spekulasi bahwa, pihak agen Israel memang sengaja mendapatkan anggota dari kelompok muslim Arab, untuk menutupi rencana jahatnya tersebut.

Sebelumnya, Perdana Menteri Italia Francesco Cossiga juga pernah menyampaikan pendapatnya bahwa tindak terorisme 11 September tersebut di dalangi oleh CIA dan Mossad.

"Badan intelijen Amerika dan Eropa sebenarnya telah mengetahui bahwa otak di balik tragedi 9/11 tersebut adalah CIA dan Mossad, dan keduanya lalu mempengaruhi negara-negara lain dengan menuding bangsa Arab sebagai pelakunya," kata Cossiga, sebagaimana dikutip oleh media Corriere della Serra.

Cossige menegaskan pendapatnya dengan argumen dari laporan bahwa dua jam sebelum tragedi 9/11 tersebut terjadi, para karyawan perusahaan telekomunikasi Israel, Odigo, yang berjarak blok dari WTC, diperintahkan untuk segera meninggalkan gedung perusahaan tersebut.

Temuan ini bukan kali pertama. Sebab, sebulan peristiwa ini terjadi sudah pernah ditemukan bukti adanya sekitar 4000 orang-orang Yahudi yang telah menerima pengumuman akan adanya peledakan di gedung WTC.

www.hidayatullah.com

Minggu, 08 Februari 2009

Hikmah Hari Ini

Dan tidak ada satu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam Kitab yang nyata. ( Hud : 6 )

Dengan Rp.20 Ribu, Mereka Pindah Agama

Gerakan pemurtadan terus mengintai umat Islam di Tanah Air. Kemiskinan yang menjerat sebagian besar umat Muslim menjadi sasaran empuk gerakan pemurtadan. Peristiwa pemurtadan baru-baru ini terjadi di Desa Karangtengah, Kecamatan Kadungora, Garut Jawa Barat.Faktor kemiskinan telah membuat Garut yang dikenal sebagai kota relijius - gudangnya santri dan kiai - tak bebas dari aksi pemurtadan. Pada 16 Januari 2009, sebanyak 32 warga Desa Karangtengah, Kadungora, Garut berpindah agama. Untunglah, gerakan pemurtadan terhadap warga miskin itu segera terendus.

Ulama dan pemerintah kecamatan pun segera bergerak. Mereka berupaya untuk menyadarkan kembali warganya yang telah berpindah keyakinan itu. Upaya itu menuai hasil. Sebanyak 26 warga Karangtengah itu akhirnya mau kembali memeluk keyakinan mereka yakni Islam. Sedangkan, empat warga lainnya telah pindah tempat tinggal.Camat Kadungora, Aang Suhana mengaku, selain rendahnya pemahaman terhadap Islam, akar masalah yang membuat warganya berpindah keyakinan adalah kemiskinan. Menurut dia, lebih dari separuh warga Desa Karangtengah tergolong sangat miskin. ''Sebanyak 2.830 dari 5.263 penduduk desa ini tergolong miskin,'' ungkap Aang.

Penghasilan rata-rata separuh penduduk desa itu berkisar antara Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu per hari. Pendapatan sebesar itu pun belum pasti diperoleh warga Desa Karangtengah. ''Jika tak sedang tak ada pekerjaan mereka tak bisa dapat apa-apa,'' imbuh Aang. Mereka menggantungkan hidup sebagai buruh bangunan atau kerja serabutan.Persoalan ini sudah seharusnya mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Garut. Masyarakat berharap institusi teknis terkait di tingkat Kabupaten Garut segera mengambil langkah-langkah lebih konkret untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat Desa Karangtengah.

Desa Karangtengah terbentang di atas lahan seluas 3.339 ha. Desa ini merupakan salah satu dari 14 desa di Kecamatan Kadungora yang sebagian besar penduduknya bergantung pada pertanian. Meski begitu, mayoritas penduduknya hanyalah berprofesi sebagai buruh tani. Tentu saja, tak setiap hari mereka bisa bekerja dan memperoleh upah.Karena itulah, banyak warga desa itu yang juga mencari peruntungan sebagai buruh bangunan atau kerja serabutan. Peristiwa pemurtadan yang terjadi di Desa Karangtengah, Kadungora, Garut itu mengundang reaksi keras dari Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPRD Kabupaten Garut Ahab Syihabudin.

Ahab menilai peristiwa pemurtadan itu telah 'mencoreng wajah' Kabupaten Garut. Betapa tidak, selama ini kota dodol itu dikenal sebagai wilayah agamis -- gudangnya para santri dan kiai. Menurut dia, salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya pemurtadan itu akibat solidaritas sosial yang semakin memudar.Ahab juga menyoroti masih buruknya implementasi pelayanan pemerintah terhadap masyarakat miskin. Sejatinya, pemerintah telah mengalokasikan dana bantuan langsung tunai (BLT), beras miskin dan jaminan kesehatan untuk warga miskin. Sayangnya, program itu tak sesui dengan harapan masyarakat.

''Akibatnya masyarakat kehilangan panutan dan pegangan. Mereka tak tahu lagi harus mengadu dan berkeluh kesah,'' papar Ahab. Ketika dirundung kesulitan itulah datang kelompok tertentu yang mengulurkan tangan. Masyarakat yang sedang susah pun menganggap mereka sebagai 'dewa penyelamat'."Tanpa memikirkan dampaknya, masyarakat terpengaruh dan terjadilah pemurtadan," tegasnya. Ia berharap peristiwa tersebut bisa menjadi 'cambuk' dan pelajaran bagi umat Islam di manapun. Saatnya, pemerintah, ormas Islam, para ulama serta umat Islam untuk lebih peduli terhadap sesama.

Sebab, pemurtadan bisa terjadi di mana saja. Selama pemahaman terhadap Islam masih rendah dan umat masih terlilit kemiskinan. Sebenarnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah membentuk Komite Anti-Pemurtadan. Sudah selayaknya, komisi ini menggandeng lembaga amil zakat untuk turun ke wilayah-wilayah miskin yang rawan pemurtadan. Tentunya, untuk menyelamatkan akidah umat yang terus diincar berbagai kelompok tertentu.

Sabtu, 17 Januari 2009

"Abi, Aku Sekarat....."

Jumat, 16 Januari 2009
"Abi, Aku Sekarat....."
Ditulis Oleh : Redaksi
"Abi, aku sekarat," ujar Ibrahim saat itu dengan luka-luka di sekujur tubuhnya. "Cepat pergi," ujar Kamal Awaga kepada istri dan dua anaknya sambil menggendong tubuh Ibrahim.Tetapi, belum sampai ke gerbang rumah, peluru menghujani keberadaan mereka. Yah Ikhwah, Keraskah hati anda...?

"Abi, aku sekarat."

Kalimat ini terus bergema di telinga Kamal Awaga bersamaan dengan sakit hati yang ia rasakan. Ini adalah kalimat terakhir yang diucapkan anaknya, Ibrahim yang berumur 9 tahun, sebelum ia akhirnya menjadi syahid (Insya Allah) akibat serangan biadab Israel.

"Mereka membunuh putraku dengan tangan dingin," ungkap Kamal dalam keadaan yang terguncang menghadapi kematian anaknya yang tragis.

Ibrahim akhirnya menambah jumlah korban jiwa anak-anak Gaza yang dibunuh Israel, menjadi lebih dari 350 nyawa sejak 27 Desember silam.

Jika yang lain menjadi korban peluru-peluru yang membabi buta atau bombardir yang dilakukan zionis Israel laknatullah, nasib Ibrahim lebih tragis dari mereka.

Ia menjadi bahan percobaan yang digunakan regu cadangan tentara Israel laknatullah.

"Israel sama sekali tidak menunjukkan belas kasihan kepada dia yang tidak berdosa," tambah Kamal yang saat itu masih berada di RS. Al-Shifa, mengurus jenazah putranya.

"Mereka tidak memiliki rasa kasihan untuk tubuhnya yang kecil."

Hari yang Cerah

Tidak pernah terbayangkan sebelumnya di benak keluarga Kamal Awaga bahwa mereka akan mengalami nasib yang tragis.

Mereka bangun tiap paginya untuk menghadapi hari yang cerah, bukan untuk terkunci dalam sebuah ruang kecil untuk menghindari bom-bom Israel.

"Ibu, biarkan aku sarapan di luar, di kebun kita. Aku bosan tinggal dalam ruang sempit ini," ujar Ibu Ibrahim yang mengulangi perkataan anaknya.

Satu jam kemudian, sebuah meja diletakkan di kebun mereka dan satu keluarga itu berharap dapat menikmati sarapan kali ini dengan sempurna, momen yang jarang mereka temui. Mereka berusaha acuh terhadap keadaan sekitar, mereka tidak memperhatikan dari jauh apakah misil-misil Israel menargetkan rumah mereka.

Sebuah misil pertama menghancurkan acara mereka setelah itu misil-misil lainnya menghancurkan rumah mereka.

"Abi, aku sekarat," ujar Ibrahim saat itu dengan luka-luka di sekujur tubuhnya.

"Cepat pergi," ujar Kamal Awaga kepada istri dan dua anaknya sambil menggendong tubuh Ibrahim.

Tetapi, belum sampai ke gerbang rumah, peluru menghujani keberadaan mereka.

Satu peluru mengenai lengan Ibu Ibrahim dan satu peluru lainnya mengenai pinggang Kamal Awaga.

Dua saudara Ibrahim bersembunyi di balik puing-puing reruntuhan rumah mereka.


Praktek Menembak

Ketika hujan peluru telah selesai, keluarga Awaga berfikir kesengsaraan mereka selesai. Tetapi tentara zionis Israel tidak selesai sampai di siru.

"Tentara Israel semakin mendekat, aku fikir, aku akan menjadi target mereka," uajr Awaga.

"Tetapi ternyata mereka mengarahkan senjatanya ke anakku, Ibrahim," lanjutnya mengulang kejadian pahit yang ia alami dengan bulir-bulir air mata di matanya.

Seorang tentara biadab datang mendekati tubuh Ibrahim, memutar tubuh Ibrahim dengan kakinya sambil tertawa setelah itu menembakkan senjatanya kea rah kepala Ibrahim.

Beberapa waktu kemudian, Kamal mencoba menenangkan dirinya setelah menyaksikan kebiadaban Israel terhadap tubuh putranya.

"Setiap peluru yang ditembakkan, mereka iringi dengan nyanyian yang aku tidak mengerti maksudnya. Namun itu seperti merayakan sesuatu."

Saat mereka merasa telah cukup melakukan "latihan", mereka meninggalkan rumah Kamal.

Empat hari keluarga Awaga terperangkap hingga kahirnya tim medis berhasil mencari jalan untuk menyelamatkan keluarga itu dan membawanya ke rumah sakit.

"Apakah yang mereka lakukan, layak untuk putraku?" ujarnya dengan terisak.

Kisah ini betul-betul terjadi ya Ikhwah, Masihkah kita berdiam diri ?

(arrahmah.com)

Rabu, 14 Januari 2009

Perdana Menteri Israel:Rice Dibuat Malu Bush

Image

















Awalnya negara teroris Israel meyakini bahwa Amerika Serikat akan mendukung resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB soal penghentian serangan di Gaza pada Kamis pekan lalu. Namun akhirnya AS abstain.
Dalam pidatonya di selatan kota Ashkelon Israel, Senin kemarin, Perdana Menteri Israel, Ehud Olmert mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Condoleeza Rice sudah dibuat malu oleh Presiden Amerika Seriat, George W Bush karena tidak memberikan dukungan terhadap resolusi itu dan hanya memilih abstain.

Saat itu, sebanyak 14 dari 15 negara anggota Dewan Kemanan PBB mendukung resolusi yang salah satu poinnya berisi gencatan senjata pihak yang bertikai sesegera mungkin. Namun AS memilih abstain sebagai bentuk dukungannya kepada negara teroris Israel.

Olmert tidak ingin Rice memberikan suara dukungan terhadap resolusi 1860 itu. "Saya minta bicara dengan Bush melalui telepon. Kata petugas, Bush sedang memberikan pidato di Philadelphia. Tak peduli, saya ingin bicara dengan Bush sekarang. Kemudian Bush turun podium dan segera menerima teleponnya," kata Olmert seperti dikutip Telegraph.uk, Selasa (13/1/2009).

Dalam telepon itu, Olmert mengatakan kepada Bush bahwa AS tidak boleh mendukung resolusi semacam itu. Kemudian Bush segera menghubungi Rice untuk tidak memberikan suara dukungan pada resolusi itu. Abstain merupakan jalan tengah yang aman. AS tidak kehilangan muka di hadapan negara lain, sementara hubungan dengan Israel tetap terjaga dan mesra.

Bush memang kerap menunjukkan pembelaan kepada Israel yang jelas-jelas sebagai teroris dunia. pada pidato perpisahannya Senin kemarin, Bush justru menekan mujahidin Hamas untuk menghentikan serangan ke Israel.