| Jumat, 09 Januari 2009 |
| Penembak Gelap, Mungkinkah Bantuan Allah ? |
| Ditulis Oleh : Redaksi |
| Sampai saat ini belum jelas siapa yang menembakkan roket dari Lebanon ke wilayah Israel. Yang jelas, konstalasi ketegangan di Timur Tengah bisa meluas. Ada pasukan gelap yang membela Hamas? Atau Jangan-jangan Allah Kirim Pasukan Tentaranya ? Israel kaget luar biasa. Tentaranya panik dan langsung mengerahkan pesawat tempur berpatroli ke Lebanon setelah tiga roket ditembakkan dari wilayah itu ke pemukiman penduduk di Israel. Repotnya tidak ada pihak yang bertanggung jawab terhadap roket itu, walaupun Israel sudah membalas dengan misil yang ditembakan dari pesawat tempur. Serangan bersenjata lintas perbatasan yang berlangsung singkat itu merupakan yang pertama sejak Israel melancarkan serangan terhadap kelompok militan Hamas di Jalur Gaza pada 27 Desember tahun lalu. Di Gaza, pertempuran sejauh ini telah menewaskan lebih dari 700 warga Palestina. Meskipun belum diketahui pasti apakah ini merupakan isyarat dari meluasnya konflik, bentrokan tersebut jelas menandakan peningkatan ketegangan antara Hizbullah dan Israel. Kedua pihak dalam beberapa hari terakhir saling mengancam untuk menggencarkan serangan. Pemerintah Lebanon menerangkan, tiga roket Katyusha ditembakkan ke Israel dari Naqoura, dusun pesisir di sebelah utara Lebanon. Tapi, tak jelas siapa yang menembakkan. Pasukan Israel menggencarkan serangan balasan dengan menembakkan enam mortir. Beberapa stasiun televisi melaporkan, mortir-mortir tersebut jatuh di sebuah lembah dekat sebuah dusun yang terletak sekitar tiga kilometer utara perbatasan Israel. Hizbullah merupakan sekutu Hamas. Namun, Hizbullah menahan diri untuk tidak menggencarkan serangan saat Israel terlibat serangan melawan militan Hamas di Jalur Gaza. Hizbullah menerangkan keinginannya untuk tidak menyeret Lebanon ke dalam pertempuran dengan Israel kendati Lebanon menyatakan siap bertempur apabila diserang Israel. Faksi militan Palestina juga terdapat di Lebanon. Front Komando Pembebasan Palestina yang didukung Suriah telah memperingatkan akan melancarkan serangan bersenjata ke Israel apabila serangan terhadap Gaza berlanjut. Pemerintah Israel, seperti dilaporkan Al Jazeera, juga menyatakan pihaknya meragukan keterlibatan kelompok Hizbullah. Menurut Israel, roket itu sudah berusia lama dan sudah tidak digunakan Hizbullah lagi. Bantahan juga dilontarkan Hamas. Juru bicara Hamas di Lebanon, Raafat Morra mengatakan, pihaknya tidak mengetahui siapa yang menembakkan roket itu. Dia menandaskan perjuangan fisik Hamas hanya dilakukan di wilayah Palestina. ?Kami takkan menggunakan wilayah negara Arab lainnya untuk merespon serangan Israel. Itu aturan organisasi kami," tegas Morra. Bila tidak ada satu pihak pun yang bertanggung jawab atas serangan roket tersebut, lantas pasukan gelap dari mana yang ikut-ikutan menyerang Israel itu? Terlalu banyak pihak yang bisa dituding terkait dengan tiga roket tersebut karena Israel memang memiliki banyak musuh. Serangan Israel kali ini tidak hanya akan menghancurkan Hamas, tetapi juga diduga sebagai ?serangan bersayap?. Israel juga akan menggempur Hizbullah di Lebanon, faksi Jihad di Palestina, Suriah (dalam beberapa hal) dan Iran adalah musuh-musuh Israel. Karena itu, serangan Israel kali ini harus ditempatkan dalam bingkai perkembangan politik yang selama ini melibatkan Israel. Pertama, permusuhan Israel dengan Iran. Dalam beberapa waktu terakhir, dua negara ini terlibat perang pernyataan yang panas. Ini menunjukkan tingkat permusuhan di antara keduanya. Israel bersikeras akan menyerang Iran karena negeri itu dituduh mengembangkan senjata nuklir dan mengancam keamanan negara-negara tetangganya, termasuk Israel. Sebaliknya, Iran menyebut akan menghapus Israel dari peta dunia, sebagaimana pernah disampaikan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. Israel meyakini ada pihak lain di belakang Hizbullah. Pihak itu tak lain adalah Iran. Inilah salah satu hal yang mengantar Israel pada puncak permusuhan dengan Iran. Israel tidak menghendaki kekalahan kembali terulang dalam menghadapi faksi militan lain seperti Hamas. Karena itu, jangan heran bila kini Israel menyerang Hamas layaknya menghadapi negara besar yang mempunyai persenjataan lengkap. Apalagi Hamas diyakini diperkuat Iran, seperti Hizbullah di Lebanon. Dengan demikian bisa ditebak siapa kira-kira yang ikut-ikutan menyerang Israel itu. Jangan-jangan di hari-hari mendatang ada serangan lebih besar lagi sampai Israel terhapus dari peta dunia. |
Sabtu, 10 Januari 2009
HAMAS DIBANTU PASUKAN GELAP
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar